SUKABANTEN.com – TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Upaya menjaga integritas dalam proses seleksi direksi untuk perusahaan daerah Perseroda PITS telah ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan. Dalam diskusinya, Pilar menekankan pentingnya seleksi yang bebas dari konflik kepentingan. Ia menegaskan komitmennya buat menjamin bahwa tidak ada satu pun calon direksi yang memiliki interaksi kekerabatan dengan pejabat daerah, termasuk dirinya maupun Wali Kota. “Yang jelas, nggak boleh eksis interaksi keluarga dengan pejabat, dan tidak boleh…” katanya, menekankan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mencegah potensi terjadinya konflik kepentingan dan menjaga netralitas serta profesionalisme dalam pengelolaan perusahaan daerah.
Integritas Sebagai Prioritas Primer
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya lebih akbar buat meningkatkan standar integritas di pemerintahan lokal dan pengelolaan perusahaan wilayah. Pilar Saga Ichsan menjelaskan bahwa seleksi ini bertujuan buat mencari individu-individu yang tidak hanya kompeten namun juga memiliki rekam jejak yang bersih dan bebas dari konflik pribadi yang dapat mempengaruhi tugas mereka kelak. Ia menekankan bahwa seluruh proses seleksi direksi harus dilakukan secara terbuka dan transparan, memastikan bahwa semua calon mendapatkan peluang yang sama dan adil untuk menunjukkan kapasitas mereka. Penetapan aturan ini menunjukkan keseriusan pemerintah wilayah dalam membangun tata kelola perusahaan yang bagus serta menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah dan lembaga-lembaga di bawahnya.
Proses Seleksi yang Transparan
Proses seleksi direksi yang bebas dari temuan politik atau nepotisme menjadi hal yang krusial untuk memastikan bahwa Perseroda PITS dapat berkembang dan bertanding secara profesional. Pilar mengungkapkan bahwa proses seleksi ini akan melibatkan panel independen yang pakar di bidangnya untuk menjaga obyektivitas penilaian. Hal ini diharapkan dapat menaikkan daya saing Perseroda PITS serta memberikan kebanggaan kepada seluruh masyarakat lokal. Wakil Wali Kota juga berharap bahwa langkah ini akan diikuti oleh pemerintahan kota lain di Indonesia, menunjukkan komitmen pemerintah wilayah terhadap praktek tata kelola yang bagus dan transparan, memberikan teladan bagi masyarakat dan pemerintahan pusat.
Penetapan syarat tanpa adanya interaksi keluarga ini memang sering kali menjadi isu penting dalam proses seleksi pejabat publik di banyak kota. Dengan menegakkan standar yang tinggi dalam seleksi direksi kali ini, pemerintah kota berusaha mengikis praktik nepotisme yang sering dikeluhkan oleh masyarakat. Sehingga, ke depannya, diharapkan akan terbangun kepercayaan masyarakat yang lebih tinggi terhadap program-program pemerintah dan juga perusahaan wilayah.




