SUKABANTEN.com – Kabupaten Lebak kembali menjadi sorotan dengan adanya kunjungan krusial dari perwakilan Direktorat Jendral Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda) pada Kementerian Dalam Negeri, tepatnya pada hari Jumat, 29 November 2025. Agenda primer dari kunjungan ini adalah pembahasan Program Water Energy Food Security for Regional Integrated Development (WEFSRID). Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, menerima tamu krusial ini di ruang kerjanya dengan penuh antusias, menandakan keseriusan Pemerintah Kabupaten Lebak dalam mendukung upaya pengembangan berkelanjutan di daerah tersebut.
Pentingnya Program WEFSRID bagi Lebak
Program Water Energy Food Security for Regional Integrated Development (WEFSRID) merupakan sebuah inisiatif yang dirancang untuk menjawab tantangan pengelolaan sumber daya air, daya, dan pangan dalam kerangka pembangunan regional yang terpadu. Dalam rangkaian obrolan tersebut, disampaikan bahwa program ini tak cuma berfokus pada pengelolaan sumber energi alam semata, namun juga mengintegrasikan aspek kemandirian pangan dan daya yang berkelanjutan. Wakil Bupati, Amir Hamzah, menegaskan, “Tentunya, kami Pemkab Lebak menyambut baik kerjasama ini yang dirancang buat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Lebak”.
Pembicaraan mengenai WEFSRID menyoroti perlunya strategi yang komprehensif dan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta dalam mewujudkan ketahanan air, energi, dan pangan. Hal ini diharapkan akan memberikan kontribusi positif dalam pertumbuhan ekonomi lokal serta peningkatan taraf hidup masyarakat. Dalam peluang ini, Ditjen Bina Bangda juga menggali masukan dari Pemkab Lebak terkait implementasi awal dari program tersebut, serta tantangan yang dihadapi dalam pengelolaannya.
Kolaborasi dan Akibat Jangka Panjang
Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lebak dan Ditjen Bina Bangda dalam membangun fondasi yang lebih kuat untuk ketahanan air, daya, dan pangan diharapkan tidak hanya membawa dampak positif bagi Kabupaten Lebak, namun juga dapat menjadi model bagi wilayah lain di Indonesia. Amir Hamzah menyatakan, pentingnya menjalin kerjasama dengan berbagai pihak guna mengoptimalkan potensi wilayah serta memastikan keberlanjutan program WEFSRID. “Kerjasama ini merupakan langkah maju yang harus kita dorong agar hasilnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.
Program WEFSRID yang diusulkan tak hanya diharapkan dapat mengatasi permasalahan sumber energi, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat setempat melalui berbagai pelatihan dan pendidikan. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat lebih berdikari dan mampu mengelola sumber daya yang eksis secara efektif dan efisien. Pendekatan holistik inilah yang diharapkan dapat menciptakan efek jangka panjang bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Secara keseluruhan, kunjungan ini membuka jalan bagi terimplementasinya program-program berkelanjutan yang diharapkan dapat diadaptasi dan diterapkan di berbagai wilayah lainnya, mengukuhkan posisi Lebak sebagai pelopor dalam inisiatif pengelolaan sumber daya yang terpadu. Kolaborasi semacam ini juga menunjukkan bahwa sinergi antara pusat dan wilayah sangat penting dalam menghadapi tantangan pembangunan di zaman modern ini, dengan selalu mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan untuk masa depan yang lebih baik.




