SUKABANTEN.com – Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat Banten dikejutkan oleh kabar yang beredar luas di media sosial mengenai dugaan praktik getok harga di objek wisata Cikoromoy, Kabupaten Pandeglang. Informasi ini pertama kali muncul di TikTok melalui akun @wulan55849 dan telah menjadi bahan perbincangan hangat, terutama selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Video tersebut menyoroti adanya tindakan yang dianggap tidak pantas oleh para pengunjung, yang merasa harga di objek wisata tersebut dinaikkan secara tak wajar. Menanggapi hal tersebut, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Kadubumbang, Lili, merasa perlu untuk memberikan klarifikasi dan pandangannya terkait persoalan ini.
Dugaan Praktik Getok Harga Meresahkan Wisatawan
Pengunjung dan pengguna TikTok dibuat terkejut sekaligus kesal dengan warta dugaan praktik getok harga yang terjadi di Cikoromoy. Destinasi wisata tersebut memang kerap menjadi pilihan utama warga lokal maupun pendatang dari luar daerah yang ingin menikmati keindahan alam Pandeglang ketika liburan. Melalui unggahan yang eksis, disebutkan bahwa beberapa pengunjung merasakan adanya kenaikan harga yang drastis dan tak masuk pikiran pada tiket masuk serta beberapa fasilitas lain di letak wisata. Seorang pengunjung dalam video tersebut bahkan berkomentar, “Liburan harusnya menyenangkan, bukan justru merasa ditipu dengan harga yang melambung tinggi.”
Banyak wisatawan yang setuju bahwa transparansi dalam penentuan harga merupakan hal yang krusial buat menjaga kepercayaan pengunjung. Situasi ini tentu saja menjadi sorotan sebab dapat mempengaruhi gambaran pariwisata Pandeglang secara keseluruhan. Apalagi, waktu ini media sosial sangat berpengaruh dalam menyebarkan informasi dengan cepat, sehingga setiap keluhan atau pengalaman jelek bisa langsung tersebar luas dan berpotensi mengurangi minat wisatawan buat berkunjung.
Tanggapan dari Ketua LPM dan Harapan buat Solusi
Menanggapi situasi tersebut, Ketua LPM Desa Kadubumbang, Lili, menyampaikan pernyataan resminya. Dia menekankan pentingnya kerja sama antara pengelola objek wisata dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat buat mencari solusi terbaik. “Kami dari LPM sangat menyayangkan kejadian ini dan berkomitmen buat segera berkoordinasi dengan pihak terkait agar masalah ini bisa segera diselesaikan,” ujar Lili. Dia juga menambahkan bahwa pihaknya akan mengupayakan agar peraturan dan supervisi terhadap tarif di objek wisata lebih diperketat demi kenyamanan dan kepuasan para wisatawan.
Sebagai cara awal, Lili mendorong adanya pertemuan antara pengelola objek wisata dengan perwakilan dari LPM, pengusaha lokal, dan pemerintah wilayah. Tujuannya adalah untuk membahas kelemahan-kelemahan yang eksis dan mencari solusi berbarengan agar insiden serupa tidak terulang kembali. Lili berharap agar seluruh pihak terkait bisa lebih transparan dan profesional dalam menangani setiap persoalan, sehingga nama baik pariwisata Pandeglang dapat dipulihkan dan lanjut berkembang. Dalam jangka panjang, diharapkan adanya regulasi ketat yang menjamin penetapan harga di objek wisata daerah dapat berlangsung secara wajar dan transparan, serta adanya sosialisasi berkelanjutan buat mempromosikan praktik wisata yang ramah dan berkelanjutan.



