SUKABANTEN.com – Kecelakaan lampau lintas kembali terjadi di wilayah Banten, tepatnya di Kabupaten Pandeglang. Sebuah truk yang sarat dengan muatan kardus mengalami kecelakaan homogen di tanjakan Jaliti, yang terletak di Jalan AMD Lintas Timur pada Jumat pagi, 30 Januari 2026. Kondisi ini menjadikan penanganan dan perhatian terhadap keselamatan transportasi menjadi sangat krusial, terutama waktu melintasi jalanan yang rawan seperti tanjakan tersebut. Truk tersebut diduga tidak bisa menahan beban yang berlebihan serta unsur usia kendaraan yang sudah uzur memperburuk keadaan mengakibatkan kecelakaan tersebut.
Unsur Penyebab dan Kondisi Truk
Menurut Panit Satlantas Polres Pandeglang, Aiptu Endar Susanto, kejadian ini merupakan kejadian yang sering terjadi terutama di jalan-jalan yang memiliki medan menantang seperti tanjakan Jaliti. “Kami menerima laporan dari masyarakat terkait peristiwa ini,” ujarnya ketika ditemui di letak kejadian. Kondisi truk yang sudah uzur serta muatan yang melampaui kapasitas menjadi dua faktor primer yang diduga menyebabkan terjadinya kecelakaan. Truk yang terperosok ini menunjukkan betapa pentingnya pemeriksaan berkala dan penilaian layak jalan bagi setiap kendaraan angkut, terlebih mereka yang rutin melintasi medan yang sulit.
Truk muatan kardus ini awalnya berangkat dari salah satu pabrik pengolahan kardus di sekitar wilayah Pandeglang. Sopir truk diketahui sudah berulang kali melintasi rute tersebut, namun kali ini keberuntungannya tak berpihak padanya. Muatan kardus yang seharusnya diawasi dan dibatasi, tampaknya sengaja dilanggar demi efisiensi pengiriman yang rupanya membawa celaka. Dalam kecelakaan tersebut, sopir berhasil menyelamatkan diri sebelum truk benar-benar terperosok, namun kejadian ini mengakibatkan kemacetan panjang di sekitar lokasi selama berjam-jam.
Langkah-langkah Pencegahan dan Keselamatan
Kecelakaan ini kembali mempertegas pentingnya keselamatan dalam berkendara serta pengawasan terhadap peraturan pengangkutan barang. Untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang, pihak kepolisian dan pemerintah daerah sudah seharusnya semakin memperketat pengawasan terhadap kendaraan barang. Selain itu, sosialisasi mengenai peraturan muatan maksimal, pelatihan keselamatan berkendara, serta peremajaan kendaraan yang sudah tak layak jalan pun harus terus digalakkan.
Tak kalah krusial, perusahaan pengirim dan penerima barang juga diharapkan dapat lebih memperhatikan ketentuan muatan yang berlaku. Dengan demikian, kendaraan yang melintas di jalan raya dapat dipastikan dalam kondisi baik dan kondusif. Upaya-upaya ini diharapkan mampu menurunkan nomor kecelakaan yang terjadi di jalur lintas berat semacam Jalan AMD Lintas Timur.
Sekali lagi, kejadian di tanjakan Jaliti ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak baik pemangku kebijakan, perusahaan, maupun pengemudi truk sendiri agar senantiasa menjaga keselamatan di jalan. Truk yang terperosok tak hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga pengguna jalan lainnya. Keselamatan harus menjadi prioritas yang tak mampu ditawar demi kenyamanan dan keamanan bersama.




