SUKABANTEN.com – Siswa kelas XI Masakan SMK Negeri 1 Pandeglang, Abdurahman Al Khoiri, dipilih buat mewakili Provinsi Banten dalam ajang bergengsi Indonesia Dunia Halal Chef Competition (IN2HCC) tahun 2025. Ajang ini diselenggarakan oleh Bank Indonesia dan menjadi wadah bagi para koki muda berbakat dari semua Indonesia untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka dalam mengolah kuliner halal. Keberhasilan Abdurahman dalam kompetisi tingkat provinsi ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah dan provinsi yang diwakilinya. Kepala SMK Negeri 1 Pandeglang, Dr. Muhamad Juwayni, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian ini. “Siswa kami telah mempersiapkan diri dengan matang dan alhamdulillah berhasil meraih juara di tingkat provinsi,” ungkapnya.
Berkibarnya Nama Banten di Kancah Dunia
Partisipasi Abdurahman dalam lomba ini tak cuma mengangkat nama sekolah dan dirinya sendiri, tetapi juga memperkuat posisi Banten di mata nasional dan internasional dalam bidang masakan halal. Kompetisi ini sangat krusial, terutama karena pasar dan industri halal telah berkembang pesat di tingkat mendunia. Banyak negara, termasuk Indonesia, menyantap potensi besar dalam industri ini dan partisipasi Abdurahman menggarisbawahi komitmen Banten dalam berkontribusi terhadap sektor tersebut.
Dr. Muhamad Juwayni menambahkan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras dan dedikasi semua elemen di SMK Negeri 1 Pandeglang. “Kami selalu berusaha buat memberikan yang terbaik dalam pendidikan dan pelatihan bagi siswa kami, terutama dalam bidang yang potensial seperti masakan,” tuturnya. Dengan keterlibatan pada ajang dunia, diharapkan bisa mendorong semangat siswa lainnya untuk tidak hanya berprestasi di taraf lokal tetapi juga berani bertanding di kancah global.
Persiapan Menuju IN2HCC 2025
Menuju perhelatan besar di tahun 2025 ini, Abdurahman dan timnya di SMK Negeri 1 Pandeglang melakukan berbagai persiapan penting. Latihan intensif dilakukan sehari-hari untuk meningkatkan teknik memasak, presentasi, serta penemuan dalam menciptakan hidangan halal yang aneh dan menggugah selera. Selain itu, aspek non-teknis seperti manajemen ketika dan mental juga menjadi fokus perhatian. “Kami berupaya mempersiapkan Abdurahman dengan sebaik-baiknya, tidak hanya secara teknis tetapi juga mental dan emosional,” ujar Dr. Juwayni.
Abdurahman sendiri merasa antusias dan penuh semangat menghadapi tantangan ini. “Kesempatan ini adalah kesempatan emas yang tak ingin saya lewatkan begitu saja. Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk mengharumkan nama Banten dan Indonesia,” katanya. Dukungan penuh dari sekolah, keluarga, dan teman-teman menjadi motivasi tersendiri bagi Abdurahman untuk memberikan penampilan terbaiknya.
Dengan segala persiapan yang matang, diharapkan Abdurahman mampu memberikan hasil terbaik di IN2HCC 2025, sekaligus membuktikan bahwa talenta koki muda dari Banten dapat bertanding di tingkat internasional. Ajang ini menjadi cara awal yang krusial bagi Abdurahman dalam meniti karier di industri masakan global. Keberhasilan dalam kompetisi ini juga akan memberikan akibat positif, khususnya dalam meningkatkan minat siswa lain untuk lebih mendalami internasional masakan dan mengejar kesempatan karier internasional di masa depan.



