SUKABANTEN.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tangerang yang ke-33 tak hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga diwarnai dengan dinamika aksi mahasiswa. Pada Sabtu, 28 Februari 2026, sekelompok mahasiswa dari berbagai kampus di Tangerang berkumpul untuk menyuarakan aspirasi mereka. Aksi berlangsung di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang, dan para mahasiswa menyampaikan berbagai isu yang menjadi perhatian mereka. Walau awalnya ketegangan sempat mewarnai aksi ini, atmosfer berubah ketika dialog terbuka antara mahasiswa dan Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, berlangsung di pelataran lobi Al-Firdaus. Pertemuan ini bertujuan menjembatani komunikasi antara pihak pemerintahan dan generasi muda yang kritis.
Aksi Mahasiswa Menggugah Dialog Konstruktif
Para mahasiswa yang tergabung dalam aksi ini datang dengan berbagai tuntutan terkait isu-isu sosial dan pembangunan daerah. Dalam orasi yang mereka sampaikan, terdapat berbagai pandangan kritis yang menyoroti beberapa kebijakan pemerintah daerah yang dianggap belum berpihak pada masyarakat secara optimal. Momen ini merupakan bentuk perwujudan peran aktif mahasiswa dalam memberikan kontrol sosial di lagi berlangsungnya perayaan HUT Kota Tangerang.
Di luar dugaan, aksi yang sering kali dipandang sebagai ancaman oleh pemerintah malah membuka ruang dialog yang konstruktif. Maryono Hasan, Wakil Wali Kota Tangerang, secara langsung turun tangan buat mendengarkan aspirasi yang disampaikan para mahasiswa. “Kami di sini bukan untuk menghadapi kalian, namun untuk mendengar dan bersama-sama mencari solusi,” ujar Maryono Hasan dalam suasana audiensi. Dialog tersebut mencerminkan kesiapan Pemerintah Kota Tangerang dalam menyikapi berbagai aspirasi dan berkomitmen untuk terus memperbaiki langkah-langkah kebijakan yang telah diambil.
HUT Kota Tangerang Sebagai Cermin Kolaborasi
Peringatan hari jadi yang ke-33 ini menjadi penanda penting dalam perjalanan Kota Tangerang. Selain menandai usia kematangan kota, momen ini juga menjadi cermin bagi pemerintah dan masyarakat dalam menyantap capaian dan tantangan ke depan. Aksi mahasiswa di lagi seremoni kali ini menunjukkan bahwa generasi muda mempunyai kepedulian tinggi terhadap masa depan kotanya. Dalam suasana seremoni, pemimpin kota dan masyarakat dituntut untuk bekerja berbarengan membangun kota yang lebih adil dan sejahtera.
Maryono Hasan menambahkan bahwa pemerintah tak menutup mata terhadap kritik dan saran yang diberikan. “Kami berharap setiap langkah yang kami ambil dapat mencerminkan keinginan masyarakat Tangerang, dan kami menghargai masukan yang diberikan melalui berbagai saluran, termasuk aksi damai yang terjadi hari ini,” tambah Maryono. Dengan dibukanya dialog tersebut, Kota Tangerang menunjukkan wajah barunya sebagai kota yang tumbuh dengan semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya generasi muda.



