SUKABANTEN.com –
Kinerja APBN Banten 2025: Pencapaian dan Tantangan
Pada tahun anggaran 2025, serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Banten menunjukkan kinerja yang mengesankan dengan mencapai 96,28 persen. Ini merupakan indikator kinerja yang sangat positif dan menunjukkan efisiensi serta efektivitas dalam pengelolaan anggaran oleh pemerintah wilayah. Capaian ini disampaikan oleh beberapa pimpinan Kementerian Keuangan di Banten, antara lain Kepala Kantor Daerah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Banten Lisbon Sirait dan Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Banten Aim Nursalim Saleh. Mereka menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi yang efektif di antara berbagai instansi pemerintah di taraf regional.
Keberhasilan ini juga tak tanggal dari kontribusi berbagai sektor yang secara efektif bisa menggunakan anggaran yang tersedia buat memajukan pembangunan daerah. Pada 31 Desember 2025, laporan akhir menunjukkan bahwa serapan anggaran telah sejalan dengan target yang ditentukan, dan hal ini menjadi catatan positif bagi Banten. Walaupun ada tantangan yang dihadapi, usaha maksimal buat memanfaatkannya sebaik mungkin telah membuahkan hasil. “Serapan yang tinggi menandakan efisiensi penggunaan anggaran yang diupayakan oleh pemerintah daerah,” kata Lisbon Sirait. Pernyataan ini menegaskan dedikasi pihak terkait dalam merealisasikan penggunaan anggaran dengan baik.
Strategi Optimalisasi Anggaran di Banten
Salah satu strategi primer dalam pencapaian serapan anggaran yang tinggi adalah perencanaan yang masak, dengan memperhitungkan kebutuhan dan prioritas pembangunan di wilayah Banten. Koordinasi yang bagus antara berbagai instansi dan lembaga, serta supervisi ketat dalam pelaksanaan program, juga memainkan peranan penting. Kepala Kanwil DJP Banten, Aim Nursalim Saleh, menambahkan bahwa pendekatan partisipatif dalam perencanaan dan manajemen anggaran telah menaikkan responsivitas terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, penggunaan dana negara mampu lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang langsung dirasakan oleh masyarakat.
Usaha peningkatan serapan anggaran ini juga didukung oleh transformasi digital dalam berbagai sektor pemerintahan di Banten. Misalnya, implementasi e-budgeting dan e-monitoring yang memudahkan dalam pengawasan dan penilaian program anggaran. Teknologi ini membantu dalam penerapan transparansi dan menaikkan akuntabilitas pengelolaan anggaran. Fana itu, Lisbon Sirait menggarisbawahi pentingnya pengawasan yang berkelanjutan untuk memastikan seluruh proyek dan kegiatan yang dibiayai dari APBN berjalan sinkron rencana. “Transparansi dan akuntabilitas merupakan kunci dalam pengelolaan anggaran yang bagus,” ungkapnya, mengingatkan seluruh pihak untuk terus menjaga integritas dalam pengelolaan biaya publik.
Dengan pencapaian ini, Provinsi Banten diharapkan lanjut memelihara kinerja positif dan menjadikannya pelajaran buat peningkatan anggaran di tahun-tahun mendatang. Ini menjadi modal kuat untuk melanjutkan pembangunan dan mempercepat kesejahteraan masyarakat di Banten. Ke depannya, strategi ini dapat direplikasi di provinsi lain yang membutuhkan formasi manajemen anggaran yang lebih efektif dan efisien. Dengan berbagai tantangan yang mungkin akan dihadapi, kinerja positif ini harus statis dipertahankan dan ditingkatkan untuk mencapai hasil yang lebih bagus tengah.




