SUKABANTEN.com – Tahun pertama kepemimpinan Dewi-Iing sebagai bupati dan wakil bupati Pandeglang telah dilalui dengan berbagai dinamika dan tantangan yang cukup signifikan. Diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 20 Februari 2025, duo pemimpin ini merayakan satu tahun kepemimpinan mereka tepat pada 20 Februari 2026. Dalam satu tahun pertama ini, eksis berbagai sektor yang menunjukkan kemajuan, sebagaimana diungkapkan oleh Asep Saefullah Kamali, seorang pengamat politik dari STKIP Syekh Manshur.
Pencapaian Sektor Ekonomi dan Pembangunan
Asep menyoroti bahwa salah satu sektor yang terlihat menunjukkan kemajuan adalah ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Selama satu tahun kepemimpinan Dewi-Iing, beberapa proyek infrastruktur yang memang telah direncanakan berhasil diwujudkan. Proyek tersebut antara lain pembangunan jalan, penyediaan fasilitas umum, serta peningkatan konektivitas antar daerah desa dan kota yang dinilai mulai membawa akibat positif bagi perekonomian masyarakat lokal. “Pembangunan infrastruktur ini tak hanya bertujuan untuk memfasilitasi mobilitas masyarakat, tetapi juga menaikkan aksesibilitas dan perekonomian antar wilayah di Pandeglang,” ujar Asep.
Sektor ekonomi tak cuma terbatas pada pembangunan fisik, tetapi Dewi-Iing juga berfokus pada pengembangan potensi pariwisata daerah. Beberapa objek wisata yang berada di bawah naungan pemerintah daerah mulai dilirik untuk ditingkatkan kualitas pengelolaannya, sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan bagus lokal maupun mancanegara. Usaha ini, menurut Asep, merupakan cara strategis buat menaikkan penghasilan orisinil daerah sekaligus memberikan lapangan pekerjaan baru bagi warga Pandeglang.
Tantangan di Bidang Pendidikan dan Kesehatan
Namun, Asep Saefullah Kamali juga menyoroti beberapa tantangan yang masih perlu mendapatkan perhatian serius. Salah satu sektor yang dinilai masih memerlukan pembenahan adalah pendidikan. Meski ada peningkatan di beberapa aspek, seperti pengadaan fasilitas belajar dan peningkatan kompetensi guru, statis terdapat kesenjangan dalam hal kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. “Penting bagi pemerintah daerah buat meratakan kualitas pendidikan agar semua anak di Pandeglang mendapatkan kesempatan yang sama,” tambah Asep.
Di bidang kesehatan, walau pandemi sudah mereda, peningkatan fasilitas layanan kesehatan tetap menjadi prioritas yang harus diperhatikan. Terutama dalam memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat, termasuk di pelosok wilayah, mendapatkan akses kesehatan yang memadai dan berkualitas. Program kesehatan preventif dan promotif juga harus lanjut digalakkan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pola hidup kudus dan sehat.
Secara keseluruhan, tahun pertama kepemimpinan Dewi-Iing di Pandeglang dinilai sebagai langkah awal yang cukup baik. Beberapa sektor menunjukkan perkembangan meskipun tantangan besar tetap menghadang. Diharapkan, pada tahun-tahun mendatang, pasangan Dewi-Iing dapat lanjut melanjutkan upaya perbaikan dan pembangunan dengan membawa perubahan positif yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Pandeglang.




