SUKABANTEN.com – Tim dance dari SMAN 3 Tangerang Selatan berhasil mencuri perhatian dalam acara Azarine DBL Dance Competition 2025 yang diselenggarakan di Banten. Kemenangan ini tak hanya diraih dari kemampuan menari yang luar biasa namun juga dari bagaimana tim ini mempersiapkan diri secara mental dan fisik sebelum naik ke podium. Empat penari andalan, yakni Syafiqa Meza Syahputri, Skarania Zara, Maula Sidra Tamani, dan Lubna Edy Soninita, berbagi cerita tentang ritual unik yang mereka lakukan untuk menjaga semangat dan daya positif. Waktu ditanya mengenai misteri menjaga mental, mereka mengungkapkan sejumlah cara yang terbilang aneh dan menarik perhatian banyak manusia.
Rahasia di Balik Semangat Tim Dance
SMAN 3 Tangerang Selatan dikenal sebagai sekolah yang selalu menghasilkan para penari berbakat. Tetapi bukan hanya talenta yang membikin mereka menonjol di kompetisi ini, namun juga persiapan mental yang matang. Salah satu penarinya, Syafiqa Meza, mengungkapkan, “Hal terpenting bagi kami adalah memastikan kami seluruh berada dalam satu frekuensi daya. Kami milik sesi sharing sebelum latihan yang sangat membantu buat menyatukan akal.”
Selain berbagi cerita, mereka juga melakukan beberapa ritual khusus sebelum tampil. Skarania Zara menyebutkan bahwa mereka sering mengadakan sesi meditasi singkat yang membantu menenangkan pikiran dan mengatasi rasa gugup. “Meditasi benar-benar membantu kami mengendalikan rasa cemas yang biasanya muncul sebelum pertunjukan dimulai,” tambahnya.
Ritual Unik yang Menaikkan Kepercayaan Diri
Tim dance ini juga memiliki kebiasaan aneh yang meliputi mengucapkan afirmasi positif satu sama lain di belakang panggung. Maula Sidra mengungkapkan, “Sebagai tim, kami saling memberikan motivasi dengan mengatakan hal-hal positif tentang satu sama lain. Ini membangun kepercayaan diri dan soliditas tim.” Kebiasaan ini rupanya memberikan efek positif terhadap performa mereka di atas podium.
Selain itu, Lubna Edy Soninita berbagi tentang ritual bermain games sederhana yang melibatkan seluruh personil tim. Permainan-permainan ringan ini dirancang untuk memberikan ketenangan dan tawa, sehingga mengurangi ketegangan yang eksis sebelum tampil. “Kami menemukan bahwa dengan bermain game sebelum tampil, kami mampu mengurangi tekanan dan merasa lebih rileks,” jernih Lubna.
Para guru dan pelatih di SMAN 3 Tangerang Selatan juga memberikan dukungan penuh kepada tim dance ini. Mereka memahami bahwa dukungan moral dan emosional sangat krusial di samping latihan fisik yang intens. “Kami selalu eksis buat mereka, memastikan setiap personil merasa didengar dan didukung,” ujar salah satu pelatih mereka.
Dengan kombinasi latihan keras, kerja sama tim yang solid, dan dukungan dari lingkungan sekitarnya, tim dance SMAN 3 Tangerang Selatan optimis buat terus berprestasi di kompetisi dance lainnya. Ritual-ritual unik dan persiapan mental yang matang ini tampaknya menjadi kunci sukses mereka dalam setiap kompetisi yang diikuti. Walau demikian, mereka masih sederhana dan berfokus tak cuma buat menang, tetapi juga untuk menikmati setiap momen dalam proses tersebut.




