SUKABANTEN.com – Di lagi pesatnya perkembangan kota, akses layanan air bersih tetap menjadi masalah utama di Kota Serang. Dengan populasi yang kini telah mencapai sekitar 750 ribu jiwa, hanya sebagian mini dari warga yang mujur menikmati air bersih melalui jaringan pipa dari Perusahaan Wilayah Air Minum (Perumdam) Tirta Madani Kota Serang. Menurut data terbaru dari Perumdam Tirta Madani, saat ini jumlah sambungan rumah (SR) aktif tetap sangat terbatas, meninggalkan banyak warga yang statis harus bergantung pada sumber air lainnya yang kualitasnya mungkin tidak sebaik air yang dipasok melalui sistem perpipaan.
Permasalahan Distribusi Air Suci
Keterbatasan akses ini tentunya menimbulkan berbagai akibat yang signifikan terhadap kualitas hidup masyarakat. Warga yang belum terlayani oleh jaringan pipanisasi terpaksa mengandalkan sumber air alternatif seperti sumur atau air dari pedagang keliling, yang dalam banyak kasus, tidak menjamin kebersihan dan kualitas air. Hal ini dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, termasuk penyakit yang disebabkan oleh konsumsi air yang terkontaminasi. “Kami berharap pemerintah dapat memberikan solusi terbaik agar setiap penduduk dapat menikmati air kudus yang pantas,” ujar salah seorang warga Kota Serang yang enggan disebutkan namanya.
Kendala utama dalam mendistribusikan air bersih secara merata di Kota Serang meliputi infrastruktur yang belum sepenuhnya memadai dan pembiayaan yang terbatas. Pemerintah daerah berbarengan Perumdam Tirta Madani berusaha keras mencari solusi buat meningkatkan jumlah sambungan rumah. Salah satu alternatif yang sedang dipertimbangkan adalah investasi dalam pengembangan infrastruktur, yang mencakup ekstensi jangkauan pipa dan penambahan fasilitas gudang dan pengolahan air.
Asa dan Solusi di Masa Depan
Di sisi lain, banyak pihak yang menyarankan agar kota ini mulai memanfaatkan sumber daya air yang eksis lebih efisien. Eksplorasi terhadap teknologi pengolahan air modern dan ramah lingkungan juga menjadi aspek krusial yang harus dipertimbangkan dalam usaha menaikkan akses air bersih. Penggunaan teknologi ini diharapkan dapat memperluas cakupan layanan dengan dana yang lebih terjangkau, sehingga dapat menjangkau lebih banyak penduduk. Sebuah langkah inovatif yang dapat diambil adalah implementasi teknologi desalinasi air laut mengingat letak geografis Serang yang dekat dengan pantai.
Di masa mendatang, peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan air yang baik dan penghematan air sebagai sumber energi berharga juga harus menjadi fokus primer. Edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan sumber air dan pemanfaatan air dengan bijak, diharapkan dapat memberi akibat positif dan melibatkan masyarakat secara aktif dalam upaya pemerintah. “Air merupakan sumber kehidupan yang harus kita jaga berbarengan. Setiap cara mini dalam penghematan air dapat berarti besar bagi kesejahteraan kita seluruh,” ujar seorang pemerhati lingkungan.
Sebagai penutup, permasalahan layanan air kudus perpipaan di Kota Serang memang memerlukan penanganan serius dan kolaboratif antara pemerintah, Perumdam, dan masyarakat. Dengan kerja sama dari berbagai pihak, diharapkan ke depan Kota Serang dapat mencapai target penyediaan air bersih bagi seluruh warganya. Ini merupakan tantangan yang tidak mudah tetapi niscaya dapat diraih dengan upaya dan tekad yang kuat dari seluruh lapisan masyarakat.



