SUKABANTEN.com – Polda Banten telah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Ketupat Maung 2026 yang berlangsung di Mapolda Banten pada hari Rabu, 25 Februari 2026. Rakor ini bertujuan buat memastikan sinergitas antar instansi dalam mengelola arus mudik agar dapat berlangsung dengan kondusif dan fasih. Dalam kegiatan yang penuh obrolan ini, hadir sejumlah tokoh penting seperti Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, serta Sekretaris Wilayah Provinsi Banten, Deden Apriandhi, yang mewakili Gubernur Banten. Selain itu, turut hadir juga perwakilan dari Polda Lampung, serta berbagai elemen lainnya yang berperan dalam kelancaran pengamanan mudik.
Sinergitas Antara Institusi dalam Pengamanan Mudik
Dalam rakor tersebut, penekanan primer adalah pada pentingnya sinergitas lintas sektoral. Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, menyampaikan bahwa pengamanan mudik merupakan tugas besar yang memerlukan kerja sama seluruh pihak. “Pengamanan mudik merupakan tugas besar yang memerlukan kolaborasi dan koordinasi dari seluruh pihak”, tegas Irjen Pol Hengki. Hal ini menjadi titik konsentrasi krusial mengingat jumlah pemudik yang semakin meningkat setiap tahunnya dan kompleksitas permasalahan yang mungkin timbul selama arus mudik ini berlangsung. Oleh sebab itu, sinergi antara Polda Banten dengan Polda Lampung serta institusi lainnya sangat diperlukan buat memastikan perjalanan mudik berjalan tanpa hambatan.
Kolaborasi ini tidak cuma melibatkan pihak kepolisian saja, namun juga memerlukan dukungan dari pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat. Setiap forum memiliki peran dan tanggung jawab yang spesifik dalam menciptakan suasana aman dan aman bagi para pemudik. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan serta mempercepat penanganan kalau terjadi situasi gawat. Mengingat tujuan mudik selain untuk berkumpul dengan keluarga, juga agar warga dapat tiba di kampung halaman dalam keadaan selamat.
Inovasi dan Persiapan Infrastruktur Demi Kelancaran
Dalam mewujudkan mudik yang aman dan nyaman, inovasi serta penyempurnaan infrastruktur menjadi perhatian primer. Beberapa strategi yang disusun dalam rakor ini termasuk peningkatan jumlah personel di lapangan, penempatan posko-posko pengamanan di titik-titik rawan, serta optimasi teknologi informasi untuk memantau arus lalu lintas secara real-time. Selain itu, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai jalur alternatif, aturan kemudian lintas selama periode mudik, dan pentingnya keselamatan berkendara juga akan digalakkan. Semua ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan meningkatkan keselamatan pemudik.
Dalam kesempatan ini, Sekda Provinsi Banten, Deden Apriandhi menekankan pentingnya persiapan infrastruktur. “Pemerintah wilayah akan memastikan bahwa jalan-jalan yang akan dilalui oleh para pemudik dalam kondisi yang terbaik,” ujarnya. Peningkatan kualitas jalan, penyediaan fasilitas istirahat yang memadai, serta layanan informasi yang bisa diakses oleh masyarakat merupakan porsi dari komitmen pemerintah buat memastikan kenyamanan dan keamanan pemudik.
Melibatkan banyak pihak dan sektor dalam perencanaan dan pelaksanaan operasi mudik ini tidak hanya bertujuan buat mengendalikan arus lampau lintas, namun juga untuk menaikkan respon penyelamatan kalau terjadi kecelakaan atau insiden lainnya. Harapannya, melalui usaha kolaboratif ini, masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat merayakan hari raya berbarengan keluarga dengan perasaan diam dan kondusif.



