SUKABANTEN.com – Angin Puting Beliung Menerjang Pandeglang
SUKABANTEN.com – Puluhan rumah di Desa Rancateureup, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang mengalami kerusakan parah akibat bencana angin puting beliung. Kejadian ini berlangsung pada Kamis malam, 26 Februari 2026, sekeliling pukul 21.00 WIB. Bencana ini tak cuma menyebabkan kerugian material, namun juga mengganggu kehidupan sehari-hari penduduk yang terdampak. Warga setempat, termasuk Ucu Bukhori, menggambarkan situasi malam itu sebagai momen yang sangat menegangkan dan menakutkan. “Kami tidak pernah menyangka angin secepat itu mampu datang dan menghancurkan begitu banyak di sekitar kami,” kata Ucu.
Menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, angin puting beliung tersebut datang secara tiba-tiba tanpa eksis pertanda yang jernih sebelumnya. Beberapa rumah mengalami kerusakan di bagian atap, fana lainnya mengalami kerusakan yang lebih serius, seperti dinding yang roboh. BPBD telah melakukan pendataan dan memberikan bantuan darurat kepada warga yang terkena akibat. Mereka juga mengingatkan penduduk buat masih waspada terhadap kemungkinan bencana susulan. Menurut BPBD, cuaca ekstrem seperti ini berpotensi terjadi tengah dampak perubahan iklim yang semakin drastis.
Upaya Pemulihan dan Donasi untuk Korban
Di lagi kondisi yang memprihatinkan pasca terjangan angin puting beliung, masyarakat Desa Rancateureup bahu membahu buat saling membantu. Saat tim penyelamat dan relawan datang, mereka langsung bekerja sama untuk membersihkan puing-puing dan mengevakuasi barang-barang yang tetap tersisa dari rumah yang rusak. Donasi gawat seperti makanan, air kudus, dan selimut mulai berdatangan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah wilayah dan organisasi non-pemerintah. Walau begitu, perjalanan pemulihan masih panjang dan membutuhkan perhatian berkelanjutan.
Tokoh masyarakat setempat berharap akan eksis solusi jangka panjang yang diupayakan oleh pemerintah. “Bantuan jangka pendek memang penting, tetapi kami juga berharap ada program rehabilitasi dan penguatan infrastruktur di sini,” ucap salah satu tokoh masyarakat. Selain itu, edukasi mengenai kesiapsiagaan bencana juga diharapkan lebih gencar dilakukan agar warga lebih siap menghadapi bencana serupa di masa depan. Pentingnya mitigasi bencana dan perencanaan tata ruang yang lebih bagus menjadi isu yang semakin mendesak untuk dipecahkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat betapa pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam yang mampu terjadi bilaman saja, di mana saja. Dengan bersama-sama membangun pencerahan dan dukungan, Desa Rancateureup berharap dapat bangkit kembali dan memperkuat ketahanan terhadap bencana di masa yang akan datang.



