SUKABANTEN.com – Dalam sebuah kepemimpinan, kehadiran sosok berpengalaman dan memiliki latar belakang yang kuat sangatlah penting. Salah satu sosok yang waktu ini menjadi sorotan di Kota Cilegon adalah Fajri Ali, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cilegon terpilih untuk sisa masa jabatan 2022–2027. Fajri Ali dikenal luas sebagai akademisi sekaligus praktisi ekonomi syariah yang memiliki rekam jejak panjang dalam dunia keuangan syariah dan pendidikan. Kepemimpinannya di BAZNAS Kota Cilegon diharapkan mampu membawa efek positif, khususnya dalam pengelolaan zakat yang lebih baik dan transparan.
Latar Belakang Akademisi dan Praktisi Ekonomi Syariah
Fajri Ali dilahirkan di Serang pada 10 September 1967. Sejak kecil, ia telah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Daar El Qolam, sebuah lembaga pendidikan yang dikenal menanamkan nilai-nilai keislaman yang kuat. Setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren, Fajri Ali melanjutkan pendidikannya di bidang ekonomi syariah, loka di mana ia mendalami berbagai aspek keuangan dan perbankan berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Pengalaman pendidikannya ini semakin diperkaya saat ia memutuskan untuk mengabdikan diri sebagai dosen di sebuah universitas terkemuka di Banten, di mana ia berbagi ilmu dengan generasi muda serta aktif melakukan penelitian di bidang ekonomi syariah.
Peran Fajri Ali dalam internasional pendidikan dan ekonomisasi syariah tak berhenti di situ saja. Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur di sebuah Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS). Dalam posisinya sebagai direktur, Fajri Ali bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengambilan keputusan strategis yang mempengaruhi keberjalanan bank. Ketegasan dan keputusannya dalam menjalankan prinsip syariah dalam dunia perbankan menjadi kapital akbar baginya waktu memimpin BAZNAS Kota Cilegon. “Pengalaman aku di BPRS memberikan aku banyak pelajaran berharga, terutama dalam hal manajemen keuangan yang transparan dan sinkron syariat,” ujarnya dalam sebuah wawancara.
Tantangan dan Asa Sebagai Ketua BAZNAS
Sebagai Ketua BAZNAS Kota Cilegon yang baru, Fajri Ali dihadapkan pada berbagai tantangan. Tantangan tersebut meliputi pengumpulan dan pendistribusian zakat yang lebih optimal, serta memastikan bahwa dana yang terhimpun benar-benar dimanfaatkan bagi mereka yang berhak. “Saya berharap dapat membawa perubahan yang signifikan dalam pengelolaan zakat di Cilegon, sehingga dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan,” tegas Fajri Ali.
Asa masyarakat terhadap kepemimpinan Fajri Ali juga sangat akbar. Dalam berbagai kesempatan, ia sering kali menekankan pentingnya sinergi antara semua pihak dalam pengelolaan zakat. Baginya, zakat bukan hanya sekedar kewajiban, tetapi juga merupakan instrumen penting dalam pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan sosial. Oleh karena itu, Fajri Ali berkomitmen untuk lanjut bekerja keras, tidak cuma buat meningkatkan jumlah pengumpulan zakat, namun juga untuk menaikkan kepercayaan publik terhadap BAZNAS.
Tak diragukan tengah, terpilihnya Fajri Ali sebagai Ketua BAZNAS Kota Cilegon membawa angin segar bagi pengelolaan zakat di wilayah tersebut. Kapasitas akademisi dan pengalamannya sebagai praktisi diharapkan mampu membawa perubahan yang signifikan dalam pemberdayaan ekonomi ummat melalui zakat.
Dengan latar belakang dan visi misi yang jelas, Fajri Ali adalah sosok yang pas untuk memimpin BAZNAS Kota Cilegon menuju kemajuan yang lebih bagus dalam beberapa tahun mendatang. Semoga dengan kepemimpinannya, pengelolaan zakat di Cilegon bisa lebih optimal dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat sekeliling.



