SUKABANTEN.com – Dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) yang ke-80, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) bersama dengan seluruh Kantor Urusan Religi (KUA) di Kabupaten Tangerang mengadakan kegiatan penanaman pohon secara serentak. Kegiatan ini tak hanya bertujuan untuk memeringati momen penting tersebut, tetapi juga untuk mendukung program prioritas Kemenag Republik Indonesia dalam bidang Ekoteologi dan menciptakan lingkungan ibadah yang ramah lingkungan. Acara penanaman pohon ini dipimpin langsung oleh Kepala Kemenag Kabupaten Tangerang, H Akhmad Jubaedi, yang turut serta dalam kegiatan simbolis penanaman pohon di beberapa rumah ibadah.
Program Ekoteologi dan Lingkungan Ibadah
Program Ekoteologi yang menjadi salah satu fokus perhatian Kemenag RI bertujuan untuk mengedepankan nilai-nilai teologis dalam upaya pelestarian lingkungan. Dengan demikian, kegiatan seperti penanaman pohon tidak hanya dilihat sebagai aksi lingkungan semata, namun juga sebagai bagian dari ibadah dan cara mendekatkan diri kepada Tuhan dengan merawat bumi yang telah diciptakan. “Menanam pohon adalah wujud syukur kita kepada Tuhan atas bumi yang telah ia ciptakan,” ujar Akhmad Jubaedi ketika membuka acara tersebut. Hal ini menunjukkan komitmen Kemenag dalam mengintegrasikan nilai-nilai religi dengan aksi konkret untuk menjaga lingkungan.
Rumah ibadah yang ramah lingkungan juga menjadi salah satu target primer program ini. Dengan adanya pohon yang ditanam di kawasan rumah ibadah, diharapkan dapat menciptakan suasana yang lebih sejuk dan nyaman bagi para jamaah. Selain itu, hal ini juga menjadi edukasi bagi masyarakat bahwa melestarikan lingkungan bisa dimulai dari lingkungan terkecil seperti rumah ibadah. Dari sanalah, masyarakat diharapkan dapat terinspirasi buat melakukan hal yang sama di lingkungannya masing-masing, sehingga tercipta dampak berantai dalam merawat lingkungan hidup.
Kemenag Kabupaten Tangerang Menggerakkan Aksi Nyata
Aksi penanaman pohon yang dilakukan serentak di semua KUA Kabupaten Tangerang merupakan salah satu langkah konkret dari Kemenag Kabupaten Tangerang buat mendukung program nasional. “Dengan aksi ini, kami mau menunjukkan bahwa religi dan lingkungan dapat berjalan beriringan dan saling mendukung,” tambah Akhmad Jubaedi. Langkah ini juga menjadi pemicu buat menaikkan pencerahan masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Selain menanam pohon, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi tentang pentingnya menjaga lingkungan serta bagaimana cara merawat pohon yang telah ditanam agar mampu tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat yang optimal. Pendidikan lingkungan ini diharapkan bisa menambah wawasan masyarakat, terutama bagi generasi muda, tentang tanggung jawab ekologis yang mereka miliki.
Penanaman pohon ini juga diharapkan dapat membantu mengurangi akibat perubahan iklim dan menaikkan kualitas udara di Kabupaten Tangerang. Dengan semakin banyaknya pohon yang ditanam, diharapkan taraf polusi mampu berkurang dan dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi seluruh manusia. Selain itu, pohon juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dengan menyerap karbon dioksida dan memproduksi oksigen yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hayati.
Secara keseluruhan, aksi menanam pohon ini tak hanya menjadi porsi dari peringatan Hari Amal Bhakti, tetapi juga merupakan wujud nyata dari kepedulian Kemenag Kabupaten Tangerang terhadap lingkungan. Dengan melibatkan banyak pihak dalam aktivitas ini, Kemenag berharap dapat menularkan semangat cinta lingkungan ke seluruh lapisan masyarakat. Cara ini menunjukkan bahwa menjaga lingkungan mampu dimulai dari aktivitas kecil dan dilakukan oleh siapa saja, bilaman saja, dan di mana saja. Ke depan, diharapkan semakin banyak instansi dan organisasi lain yang mengikuti cara ini buat menciptakan bumi yang lebih hijau dan lestari.




