SUKABANTEN.com – Kejadian tragis menimpa seorang warga Baduy Dalam, Repan (16), yang menjadi korban pembegalan di Jakarta. Insiden ini terjadi waktu Repan tengah menjajakan madu di ibu kota pada Minggu, 26 Oktober 2025. Kepala Desa Kanekes, Oom, mengonfirmasi kejadian memilukan ini dan mengungkapkan bahwa salah satu warganya mengalami insiden yang tidak diharapkan tersebut. “Iya sahih (penduduk Baduy Dalam jadi korban pembegalan di Jakarta),” ungkap Oom kepada RADARBANTEN.CO.ID. Kejadian ini menambah catatan kelam bagi penduduk Baduy yang selama ini dikenal dengan kehidupan yang damai dan jauh dari hiruk-pikuk kota besar.
Kronologi Kejadian
Menurut informasi yang dihimpun, Repan tengah berjualan madu, salah satu produk unggulan dan kebanggaan masyarakat Baduy, waktu peristiwa pembegalan terjadi. Dalam kegiatan berdagangnya, Repan berkeliling zona kota akbar buat menjual madu murni yang diambil langsung dari lingkungan Baduy. Namun, niat mulianya ini berakhir tragis saat pelaku yang tidak dikenal tiba-tiba menyerangnya dan merampas hasil penjualannya. Repan yang tak berdaya harus menerima realita pahit buat kehilangan barang dagangannya yang merupakan sumber penghidupannya. Kejadian ini mengejutkan publik, khususnya masyarakat Baduy, sebab insiden pembegalan menjadi ancaman konkret bagi mereka yang mencoba peruntungan di luar lingkungan mereka yang jauh dari isu kriminalitas tersebut.
Respon Masyarakat dan Pemerintah
Tragedi ini memicu respon dari berbagai pihak, termasuk masyarakat Baduy dan pemerintah setempat. Masyarakat Baduy yang populer dengan keharmonisan dan kehidupan yang tertib sangat terpukul mengetahui salah satu anggota komunitas mereka menjadi korban tindakan kriminal di kota besar. Mereka berharap bahwa kejadian ini akan menjadi perhatian serius bagi pemerintah untuk memberikan proteksi bagi penduduk tradisional yang mencari nafkah di luar desa asal mereka. Kepala Desa Kanekes, Oom, tidak henti-hentinya menyuarakan asa agar eksis kerjasama yang lebih bagus antara masyarakat adat dan pemerintah untuk memastikan keamanan bagi penduduk tradisional yang beraktivitas di luar daerahnya. Selain itu, pemerintah daerah Kabupaten Lebak juga direncanakan akan memberikan bantuan dan dukungan kepada Repan dan keluarganya guna menunjukkan kepedulian atas kejadian yang menimpa warganya.
Insiden ini juga menjadi pengingat bagi kita semua mengenai pentingnya menjaga keamanan dan memberikan perlindungan kepada semua penduduk negara tanpa terkecuali. Kerap kali, masyarakat adat seperti warga Baduy dalam diabaikan waktu berbicara mengenai proteksi dan keamanan di kota akbar. Diharapkan dengan adanya peristiwa ini, cara nyata dapat diambil untuk memperkuat usaha pencegahan kejahatan dan memberi rasa kondusif bagi setiap individu yang mencoba mencari peruntungan di ibu kota. Kejadian ini menggarisbawahi perlunya pencerahan kolektif buat mewujudkan lingkungan yang lebih aman bagi semua manusia, bagus warga lokal maupun pendatang.
Peristiwa nahas ini seharusnya menjadi pembelajaran berharga bagi kita seluruh bahwa keamanan harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan kota besar yang ramah bagi seluruh penduduknya. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi korban-korban berikutnya yang harus merasakan apa yang dialami oleh Repan dan kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang.




