SUKABANTEN.com – Pemerintah Kabupaten Serang memiliki rencana ambisius untuk meningkatkan kesejahteraan warganya melalui program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Dalam rencana tersebut, sebanyak 324 unit Rutilahu akan dibangun pada tahun 2026 mendatang, menggunakan Anggaran Penghasilan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Serang. Pembangunan ini merupakan porsi dari upaya pemerintah daerah dalam menaikkan kualitas hayati masyarakat, khususnya bagi mereka yang tinggal dalam rumah dengan kondisi yang belum memadai. Planning ini disampaikan oleh Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, waktu memberikan bantuan Rutilahu kepada masyarakat.
Peningkatan Jumlah Unit Rutilahu
Tahun 2026 menandai peningkatan signifikan dalam jumlah unit Rutilahu yang akan dibangun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, pemerintah Kabupaten Serang hanya memiliki sasaran pembangunan sebanyak 221 unit. Peningkatan ini tentu saja disambut bagus oleh masyarakat yang berharap dapat merasakan langsung manfaat dari program ini. Bupati Serang menegaskan bahwa komitmen pemerintah wilayah adalah buat memastikan tak ada lagi warga yang tinggal dalam rumah-rumah yang dinilai tidak layak. Menurutnya, “Program Rutilahu adalah salah satu cara kita buat meningkatkan kualitas hayati masyarakat. Kita ingin memandang seluruh warga Serang tinggal dalam rumah yang pantas dan sehat.”
Komitmen kuat pemerintah buat membangun lebih banyak Rutilahu ini juga diharapkan dapat mendorong geliat ekonomi lokal di Kabupaten Serang. Dengan lebih banyak proyek pembangunan, maka akan ada lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat setempat, bagus dalam bentuk tenaga kerja bangunan maupun melalui usaha kecil dan menengah yang mendukung proyek tersebut. Selain itu, keberadaan rumah pantas huni yang lebih banyak juga dinilai dapat meminimalisir risiko kesehatan yang mampu muncul dari kondisi rumah yang sebelumnya tidak memadai, seperti penyakit yang disebabkan oleh kondisi lingkungan yang buruk.
Impian Kehidupan Layak bagi Semua Penduduk
Menilik planning ambisius ini, bukan hanya jumlah pembangunan rumah yang penting, namun juga bagaimana proyek ini mampu menjadi solusi jangka panjang buat mengatasi masalah perumahan di wilayah Serang. Pemerintah mempunyai asa besar agar dengan dukungan APBD yang maksimal dan pengelolaan yang transparan, program ini mampu berjalan dengan efektif dan sinkron tujuan. Pemkab Serang dalam hal ini juga akan melakukan berbagai upaya monitoring dan penilaian agar pembangunan Rutilahu ini benar-benar tiba kepada mereka yang paling membutuhkan.
Selain itu, kesadaran akan pentingnya partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat juga menjadi bagian dari strategi keberhasilan program Rutilahu ini. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut serta dalam menjaga dan merawat rumah yang mereka terima. “Kita mau program ini tidak hanya memberikan rumah, tetapi juga memberi semangat kebersamaan dan tanggung jawab kepada masyarakat,” lanjut Bupati Ratu Rachmatuzakiyah.
Secara keseluruhan, program pembangunan Rutilahu ini adalah cara nyata dari Pemkab Serang dalam mewujudkan impian masyarakat akan kehidupan yang lebih pantas dan bermartabat. Keberhasilan proyek ini diharapkan dapat menjadi misalnya yang baik bagi wilayah lain dalam usaha penanganan masalah rumah tidak layak huni. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, bukan tak mungkin target pembangunan 324 unit Rutilahu pada tahun 2026 bisa diwujudkan dengan sukses dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Kabupaten Serang.




