SUKABANTEN.com – Gotong royong menjadi salah satu nilai luhur yang terus diterapkan di masyarakat Indonesia, termasuk di Kabupaten Pandeglang. Baru-baru ini, panorama serasi gotong royong kembali terlihat di Kampung Balegede, Desa Gunungsari, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang. Inisiatif ini diinisiasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pandeglang bersama warga setempat buat membongkar rumah punya seorang lansia bernama Uminah. Rumah tersebut dinilai tak pantas huni, sehingga perlu dilakukan renovasi total demi memberikan loka tinggal yang lebih layak bagi penghuninya.
Peran DPRD dalam Gotong Royong
DPRD Kabupaten Pandeglang memegang peranan krusial dalam aksi sosial ini. Dengan dukungan penuh dari semua 50 anggotanya, dana donasi telah dialokasikan buat memperbaiki rumah Uminah. Personil DPRD Kabupaten Pandeglang, Tb Asep Rafiudin Arief, mengatakan bahwa gotong royong ini adalah bentuk konkret komitmen dewan dalam mendukung dan membantu warganya yang membutuhkan. “Kebersamaan ini adalah bentuk nyata semangat kita dalam mendukung mereka yang kurang bisa. Kami berharap tindakan ini dapat menjadi misalnya positif bagi masyarakat luas,” ungkapnya.
Keberhasilan kegiatan ini tak terlepas dari dukungan masyarakat sekeliling yang turut serta dalam proses pembongkaran hingga pembangunan rumah baru nantinya. Penduduk Kampung Balegede dengan penuh semangat berkumpul, membawa alat-alat, dan bersama-sama membantu dalam proses pembongkaran rumah yang sudah tua dan rapuh tersebut. Semangat kolektivitas masyarakat dan DPRD buat saling bahu-membahu merupakan cerminan konkret dari implementasi nilai-nilai Pancasila di Indonesia.
Dampak Positif Aksi Gotong Royong
Renovasi rumah Uminah tidak hanya memberikan akibat positif bagi si pemilik rumah. Program semacam ini juga mendorong rasa kebersamaan dan solidaritas yang tinggi di tengah masyarakat. Rasa kebanggaan dan kepuasan dapat dirasakan oleh para peserta gotong royong yang turut serta menyumbangkan tenaga dan ketika mereka buat segenap kebaikan berbarengan. Kegiatan ini meneguhkan motto “Bersama Kita Bisa” dan menyatukan berbagai kalangan, baik masyarakat umum maupun aparatur pemerintah wilayah, untuk membantu serta meringankan beban sesama.
Dasar dari kegiatan inisiatif ini juga menunjukkan bahwa pemerintah daerah dan DPRD tidak cuma fokus pada kebijakan, tetapi juga aktif terjun ke lapangan. Mereka memandang dan merasakan secara langsung problem-problem yang dihadapi penduduk, sekaligus mencari solusi buat meningkatkan kualitas hayati masyarakat, terutama yang berada di garis terdepan pembangunan.
Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi kegiatan positif lainnya di berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran aparatur pemerintah dalam kegiatan sosial seperti ini dapat mempererat korelasi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memupuk kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah. Implementasi program bantuan dan dukungan semacam ini dapat menjadi salah satu jalan untuk mewujudkan visi pembangunan yang merata dan berkeadilan sosial di seluruh wilayah.



