SUKABANTEN.com – Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tengah bersiap buat melancarkan operasi razia di beberapa lokasi yang kerap dijadikan loka berkumpul oleh para pelajar di jam-jam yang semestinya digunakan untuk menuntut ilmu. Langkah ini diambil untuk mengontrol dan mencegah perilaku membolos di kalangan siswa, serta memastikan bahwa mereka statis berada di dalam lingkungan sekolah untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) secara optimal. Kepala Satpol PP Pandeglang, Agus Amin Mursalin, menjelaskan bahwa aktivitas razia terhadap pelajar yang membolos ini sudah menjadi agenda rutin mingguan yang juga melibatkan kerjasama pihak sekolah, guru, dan orang uzur.
Konsentrasi Pada Kedisiplinan Pelajar
Operasi ini merupakan salah satu usaha pemerintah wilayah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan ketertiban di wilayah Pandeglang. Dengan adanya kolaborasi antara Satpol PP, sekolah, dan pihak terkait, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih aman buat proses pendidikan. “Pendidikan adalah hak setiap anak, dan kewajiban kita seluruh buat memastikan mereka mendapatkannya tanpa halangan berarti,” ujar Agus. Dengan kontrol rutin, tak hanya tingkat kehadiran yang ditingkatkan, tapi juga kesadaran para siswa tentang pentingnya pendidikan dapat dipupuk dengan lebih baik.
Dalam pelaksanaannya, Satpol PP akan menyasar lokasi-lokasi yang sering menjadi loka favorit bagi pelajar buat ‘kabur’ dari sekolah, seperti kafe internet, taman, hingga pusat perbelanjaan. Oleh karena itu, tindakan tegas diharapkan dapat memberikan dampak jera sehingga siswa lebih disiplin dalam mengikuti jam sekolah. “Kita mau membangun generasi yang disiplin dan bertanggung jawab. Memastikan mereka di sekolah waktu jam belajar adalah porsi dari pendidikan karakter itu sendiri,” tambah Agus. Cara strategis ini tentunya didukung penuh oleh para pendidik yang juga merasa berkepentingan agar siswa selalu berada di tempat yang semestinya, yakni bangku sekolah.
Pendekatan Persuasif dan Pembinaan
Selain melakukan razia, pendekatan persuasif kepada siswa juga diupayakan. Pendekatan ini dilakukan melalui dialog dengan siswa yang terjaring razia. Dengan langkah ini, diharapkan mereka dapat memahami dan menyadari pentingnya berada di sekolah. Melibatkan orang tua dalam obrolan ini juga menjadi salah satu strategi agar pembinaan lebih efektif. “Anak adalah tanggung jawab kita semua, bukan hanya guru di sekolah, namun juga manusia uzur di rumah dan masyarakat sekitar,” jernih Agus.
Adanya koordinasi yang bagus antara Satpol PP, pihak sekolah, dan komite orang tua bisa menciptakan sinergi dalam memperbaiki kebiasaan buruk siswa. Diskusi yang melibatkan seluruh pihak terkait diharapkan dapat memberikan solusi atas fenomena membolos yang tak kunjung surut ini. Pendekatan yang lebih humanis dirasa perlu agar solusi yang ditemukan bisa lebih pas sasaran dan berlaku jangka panjang. Selain itu, adanya penghargaan atau apresiasi bagi siswa yang selalu mengikuti kegiatan sekolah dengan bagus juga dapat menjadi motivasi positif.
Melalui cara ini, Kabupaten Pandeglang tak sekadar menerapkan pendekatan represif, melainkan juga menggali potensi pendekatan persuasif dan edukatif. Dengan demikian, operasi ini tak hanya dihitung dari seberapa banyak siswa yang terjaring, namun juga seberapa efektif langkah tersebut dalam mengubah paradigma pelajar tentang pentingnya kedisiplinan dan kehadiran di sekolah. Dengan segala usaha yang dikerahkan, diharapkan kualitas pendidikan dan kedisiplinan siswa di Kabupaten Pandeglang dapat meningkat signifikan ke depannya.



