SUKABANTEN.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Serang menggelar Kedap Pleno Tahun 2026 yang diadakan di Hotel Wisata Baru, Kota Serang. Kegiatan ini menjadi sebuah momentum krusial bagi organisasi untuk melakukan konsolidasi internal, meningkatkan tata kelola, serta mengevaluasi program kerja yang telah berjalan. Dengan mengusung tema “Penataan Tata Kelola Organisasi dan Penilaian Program,” rapat pleno ini dihadiri oleh jajaran Syuriah dan segenap pengurus cabang lainnya, termasuk tokoh-tokoh penting dalam struktur organisasi PCNU Kota Serang.
Perkuat Tata Kelola Organisasi
Dalam suasana rapat yang serius namun penuh dengan semangat kebersamaan, para peserta sepakat bahwa pengelolaan organisasi yang bagus merupakan kunci utama untuk mewujudkan tujuan berbarengan. Ketua PCNU Kota Serang menekankan pentingnya penataan tata kelola yang efektif agar organisasi dapat berfungsi optimal. “Kita harus memastikan bahwa semua program kerja yang kita jalankan sinkron dengan nilai-nilai Nahdlatul Ulama dan dapat memberikan manfaat konkret bagi masyarakat,” ujar salah satu pimpinan dalam rapat tersebut. Melalui penilaian mendalam, mereka mengecek kekuatan dan kelemahan dari program-program sebelumnya, serta merencanakan strategi baru yang lebih inovatif buat masa mendatang.
Kedap pleno ini juga menjadi ajang untuk saling berbagi pengalaman dan solusi antara cabang-cabang, yang bisa menjadi inspirasi bagi distribusi praktik tata kelola yang baik di lingkungan NU. Hadirnya tokoh-tokoh kunci dalam acara tersebut menjadi penguat semangat kolektif dalam menghadapi tantangan yang makin kompleks di era modern waktu ini. Para pengurus sadar bahwa efektivitas organisasi bukan cuma bergantung pada kebijakan pusat, namun juga bagaimana aturan dan kebijakan itu mampu diterapkan secara adaptif di taraf lokal.
Kemandirian Organisasi Menuju Kemandirian Ekonomi
Selain tata kelola, salah satu konsentrasi utama rapat pleno kali ini adalah memperkuat kemandirian organisasi, yang diyakini menjadi fondasi krusial menuju kemandirian ekonomi Nahdlatul Ulama di Kota Serang. Dalam diskusi, diangkat sejumlah inisiatif ekonomi kreatif yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan bagi anggota organisasi. “Kemandirian organisasi adalah cara awal menuju kemandirian ekonomi. Kalau kita ingin terus bertahan dan berkembang, kita harus bisa menghidupi diri sendiri,” kata salah satu anggota yang turut menyumbangkan gagasan dalam kedap.
Kemandirian ini tak hanya berakar dari pengelolaan sumber daya yang cerdas, namun juga peneguhan komitmen bersama untuk memajukan sektor ekonomi di kalangan Nahdliyin. Hasil dari penilaian program yang dilaksanakan dalam kedap ini direncanakan akan ditindaklanjuti dengan pelatihan dan workshop buat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas upaya yang dijalankan oleh anggota. Dengan demikian, NU berharap dapat memberikan sumbangsih yang nyata bagi pembangunan wilayah, sejalan dengan visi besar organisasi yang senantiasa menyatu dengan kepentingan umat.
Keseragaman pemikiran dan visi dalam rapat pleno kali ini diharap tidak cuma menjadi agenda tahunan belaka. Semangat yang tertanam dalam rapat ini perlu terus dijaga dan ditingkatkan melalui berbagai program turunan yang nyata dan tepat sasaran. Penyelerasan antara strategi, program, dan implementasi di lapangan menjadi ujung tombak keberhasilan PCNU Kota Serang dalam memenuhi tujuan agung organisasi. Rangkaian kegiatan pada rapat pleno ini, selain menawarkan inspirasi dan motivasi, juga menjadi refleksi mendalam terhadap perjalanan yang telah dilalui oleh NU di Kota Serang serta penyiapan langkah-langkah konkret buat menghadapi tahun-tahun mendatang.




