SUKABANTEN.com – Kehidupan ekonomi di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Pandeglang kini sedang menghadapi tantangan yang cukup serius. Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pandeglang, Bunbun Buntaran, menyampaikan bahwa situasinya tak menunjukkan perubahan yang menggembirakan. “Banyak kios yang hampa (katup),” ungkap Bunbun waktu menggambarkan situasi terkini pasar-pasar di daerah ini. Keprihatinan ini diperkuat dengan kurangnya dukungan sarana dan prasarana yang memadai buat mendukung aktivitas ekonomi di pasar-pasar tersebut.
Permasalahan Kios Hampa di Pasar Tradisional
Pasar tradisional yang seharusnya menjadi pusat perputaran ekonomi di tingkat lokal, kini diwarnai dengan banyaknya kios yang hampa dan tak berfungsi. Masalah ini tak hanya menandakan rendahnya aktivitas perdagangan, namun juga menunjukkan tantangan besar yang harus dihadapi oleh para pedagang. Faktor-faktor seperti kebijakan ekonomi, energi beli masyarakat yang rendah, serta persaingan dengan pasar modern dan online turut mempengaruhi hal ini. “Kios-kios yang hampa adalah panorama yang tak mau kami lihat, tetapi itulah yang terjadi saat ini,” terus Bunbun Buntaran dengan nada prihatin.
Menurunnya minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional juga mampu disebabkan oleh kondisi fasilitas dan infrastruktur pasar yang kurang memadai. Wahana pendukung seperti loka parkir, fasilitas sanitasi, hingga keamanan di area pasar sering kali diabaikan, menyebabkan kenyamanan pengunjung berkurang. Pemerintah daerah mempunyai tantangan besar buat membenahi hal ini, demi mengembalikan gairah aktivitas ekonomi lokal dan kesejahteraan pedagang.
Strategi Pemulihan Ekonomi Lokal
Untuk mengatasi permasalahan yang ada, diperlukan strategi dan kebijakan yang efektif dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pedagang, hingga masyarakat umum. Salah satu langkah yang diusulkan oleh Bunbun Buntaran adalah melakukan revitalisasi pasar guna memperbaiki dan memperbaharui fasilitas yang ada, sejalan dengan meningkatkan promosi pasar tradisional sebagai destinasi belanja yang nyaman dan terjangkau. “Kita harus menciptakan lingkungan pasar yang kondusif dan menarik bagi pembeli,” tegas Bunbun.
Selain itu, pemberian pelatihan dan pendampingan kepada para pedagang agar lebih inovatif dalam memasarkan produk mereka menjadi cara yang krusial. Dengan bekal pengetahuan yang lebih baik, para pedagang diharapkan bisa beradaptasi dengan perkembangan era, termasuk memanfaatkan teknologi digital buat menarik lebih banyak konsumen. Tidak lupa, kerjasama dengan sektor swasta maupun organisasi masyarakat sipil penting untuk menggalang dukungan yang diperlukan buat mengatasi persoalan ini.
Melalui serangkaian langkah strategis tersebut, diharapkan pasar-pasar tradisional di Pandeglang dapat kembali pulih dan memainkan perannya sebagai pilar utama perekonomian lokal. Penguatan usaha kecil dan menengah melalui pasar tradisional bukan cuma berdampak pada kesejahteraan masyarakat secara langsung, tetapi juga kelangsungan budaya dan tradisi lokal yang diturunkan dari generasi ke generasi. Dengan semangat yang tinggi dan dukungan dari berbagai pihak, masa depan pasar tradisional di Kabupaten Pandeglang dapat lebih cerah dan berdaya saing.



