SUKABANTEN.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan administrasi kependudukan yang lebih efektif dan efisien bagi warganya. Penemuan terbaru yang dihadirkan adalah program “Pelayanan Duka buat Akta Kematian” atau yang lebih dikenal dengan nama Paduka. Program ini bertujuan buat meringankan beban warga yang lagi berduka dengan memfasilitasi penerbitan akta mortalitas dan kartu keluarga (KK) terbaru. Melalui program ini, penduduk tidak perlu lagi datang ke kantor dinas untuk mendapatkan arsip tersebut, sebab akan langsung diantarkan ke rumah. Salah satu penduduk yang telah merasakan manfaat dari program ini adalah Maemunah, yang tinggal di Lingkungan Ciwandan.
Inovasi Paduka: Memudahkan Penduduk Dalam Kesedihan
Program Paduka dirancang untuk memberikan kemudahan dalam proses pengurusan administrasi kependudukan bagi keluarga yang kehilangan personil keluarganya. Biasanya, pengurusan akta kematian dan pembaruan KK memerlukan ketika dan kehadiran fisik di kantor dinas terkait. Namun, dengan adanya Paduka, proses ini menjadi lebih lekas dan bebas dari kerumitan. Pemkot Cilegon melalui Kecamatan Ciwandan telah mengambil cara proaktif dengan mengantarkan dokumen yang dibutuhkan langsung ke rumah penduduk yang sedang berduka, yang meminimalisir beban tambahan di masa-masa sulit. “Kami mau memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik di saat-saat yang paling mereka butuhkan,” ungkap salah satu pejabat di Kecamatan Ciwandan.
Respon Positif dari Penduduk Cilegon
Program Paduka ini mendapat sambutan positif dari penduduk, terutama mereka yang merasakan langsung manfaatnya. Kebijakan ini tidak hanya mempermudah akses dokumen penting bagi warga, tetapi juga menunjukkan sisi humanis dan kepedulian pemkot terhadap warganya. Keberhasilan program ini juga diukur dari bagaimana pemerintah berhasil menghadirkan layanan publik yang efektif dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat. Menurut Maemunah, “Ini adalah bukti bahwa pemerintah benar-benar acuh dan berusaha membantu warganya dengan cara-cara yang konkret dan berguna.”
Sebagai langkah ke depan, Pemkot Cilegon berharap program seperti Paduka dapat diterapkan di seluruh kecamatan di kota tersebut, bahkan menjadi rujukan bagi daerah lain dalam memberikan pelayanan kependudukan yang lebih baik dan humanis. Dengan penemuan ini, Cilegon tidak cuma berusaha menaikkan efisiensi layanan publik, namun juga memastikan bahwa setiap warga negara merasa dihargai dan didukung, terutama di saat-saat yang paling menantang dalam hidup mereka.



