SUKABANTEN.com – Kabupaten Pandeglang, kota yang dikenal dengan keindahan alam dan potensi pariwisata, kini memiliki prestasi membanggakan di sektor kesehatan. Nomor prevalensi stunting di wilayah ini lanjut menunjukkan tren penurunan yang signifikan dalam empat tahun terakhir. Pencapaian ini bukanlah hasil dari upaya satu pihak semata, melainkan buah dari kerja sama lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat, provinsi, daerah, BUMN, serta pihak swasta dan berbagai lembaga sosial lainnya. Dalam hal ini, Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, menegaskan bahwa usaha kolektif ini telah menjadi kunci keberhasilan pengurangan nomor stunting di wilayahnya.
Pentingnya Kerja Sama Lintas Sektor
Koordinasi dan kolaborasi antara berbagai sektor terlihat sangat efektif dalam upaya menurunkan angka stunting di Pandeglang. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), nomor prevalensi stunting di daerah ini pada tahun 2021 tercatat sebesar 37,8 persen. Namun, pada tahun 2025, nomor tersebut berhasil ditekan menjadi 26,4 persen. Ini merupakan capaian yang patut diapresiasi, mengingat tantangan akbar yang harus dihadapi dalam menurunkan angka stunting, seperti masalah gizi, kesehatan ibu dan anak, serta sanitasi.
Raden Dewi Setiani menambahkan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak memungkinkan Pemkab Pandeglang buat mengimplementasikan program dan kebijakan dengan lebih efektif dan pas target. Contoh, donasi dari BUMN dan sektor swasta dalam wujud Corporate Social Responsibility (CSR) telah membantu peningkatan akses terhadap pelayanan kesehatan dan gizi bagi masyarakat yang membutuhkan. “Ini adalah hasil kerja bersama. Kami tidak dapat melakukannya sendiri,” ujar Bupati Dewi dengan penuh semangat.
Strategi Efektif Penurunan Stunting
Strategi yang diterapkan oleh Kabupaten Pandeglang mencakup pendekatan holistik yang memadukan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi. Program penyuluhan bagi ibu-ibu hamil dan menyusui diberikan agar mereka mendapatkan pengetahuan yang memadai tentang pentingnya nutrisi di masa kehamilan dan awal kehidupan anak. Selain itu, program sanitasi dan air bersih juga digalakkan untuk memastikan lingkungan yang sehat bagi pertumbuhan anak.
Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat tentang formasi asuh yang bagus serta pelayanan kesehatan yang mudah diakses turut menjadi bagian dari strategi penurunan stunting. Bupati Dewi menekankan pentingnya menjangkau semua lapisan masyarakat, khususnya kelompok rentan dan berisiko tinggi terkena stunting. “Pemerintah tak hanya konsentrasi pada penyediaan fasilitas kesehatan saja, tetapi juga bagaimana meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan dan gizi,” tambahnya.
Kesuksesan Pandeglang dalam menurunkan angka stunting menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa. Pengalaman ini menunjukkan bahwa dengan kemauan dan kerja sama yang kuat antar lembaga pemerintah dan masyarakat, sasaran peningkatan kualitas kesehatan dapat dicapai. Pandeglang telah membuktikan bahwa meski perjalanan mengatasi stunting penuh rintangan, keberhasilan adalah sesuatu yang bisa dicapai dengan ketekunan, strategi yang tepat, dan dukungan dari seluruh pihak.



