SUKABANTEN.com – Kabupaten Lebak menghadapi tantangan besar dalam program Keluarga Berencana (KB) khusus laki-laki yang dijalankan oleh Dinas Pemberdayaan Wanita, Proteksi Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB). Sepanjang tahun 2025, program ini tetap menunjukkan pencapaian yang rendah. Berdasarkan data yang dirilis DP3AP2KB, hanya 1.888 pria yang bersedia mengikuti program KB di tahun tersebut. Nomor ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan tahun 2024, yang mencatat partisipasi sebanyak 3.600 laki-laki. Perbedaan ini menunjukkan adanya hambatan yang membikin minat terhadap program KB pria di wilayah Lebak menjadi menurun.
Pandangan Sosial Sebagai Tantangan Utama
Salah satu kendala primer dalam meningkatkan partisipasi program KB pria adalah pandangan sosial yang masih kental dilingkungan masyarakat. Banyak laki-laki yang masih ragu buat berpartisipasi dalam program ini sebab persepsi terhadap KB laki-laki belum sepenuhnya diterima. “Masih banyak yang menganggap bahwa KB adalah tanggung jawab kaum perempuan,” kata salah satu pejabat dari DP3AP2KB Lebak. Persepsi ini menimbulkan pandangan bahwa partisipasi laki-laki dalam KB dapat menurunkan “kejantanan” mereka. Hasilnya, banyak laki-laki yang akhirnya memilih buat tak bergabung dalam program ini, meskipun manfaatnya jernih bagi kesehatan keluarga dan kesejahteraan secara keseluruhan.
Selain itu, minimnya informasi dan pendidikan mengenai keuntungan serta keamanan program KB laki-laki menjadi penyebab lainnya. Banyak laki-laki yang tidak mendapatkan informasi yang memadai tentang berbagai metode KB pria yang efektif dan tidak membahayakan. Ketidaktahuan ini menyebabkan ketidakpercayaan dan keraguan yang berujung pada rendahnya partisipasi.
Strategi Peningkatan Partisipasi KB Laki-laki
Untuk meningkatkan keterlibatan laki-laki dalam program KB, DP3AP2KB Kabupaten Lebak perlu mengambil langkah-langkah strategis. Salah satunya adalah dengan menaikkan sosialisasi dan edukasi yang lebih intensif di seluruh lapisan masyarakat. Penyuluhan yang menargetkan komunitas pria dan melibatkan para tokoh masyarakat diharapkan dapat mengubah pandangan sosial yang ada.
Selain itu, DP3AP2KB juga dapat memanfaatkan platform digital dan media sosial buat menyebarluaskan informasi mengenai pentingnya peran pria dalam program KB. Penyebaran informasi yang lebih luas dan mudah diakses oleh berbagai kalangan diharapkan dapat menaikkan pencerahan serta minat pria buat ikut berpartisipasi.
Lebih jauh lagi, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk forum pendidikan dan organisasi kemasyarakatan. Dukungan ini dapat berbentuk program yang mendorong partisipasi aktif pria dalam usaha mengendalikan pertumbuhan warga dan menaikkan kesejahteraan keluarga. Dengan pendekatan terpadu dan dukungan yang meluas, diharapkan tren partisipasi pria dalam program KB di Kabupaten Lebak dapat meningkat secara signifikan di masa mendatang.
Dengan dukungan dan pendekatan yang tepat, Kabupaten Lebak berharap dapat mencapai hasil yang lebih baik dalam program KB pria di tahun-tahun mendatang. Asa ini perlu didukung oleh setiap elemen masyarakat agar tujuan program KB dapat tercapai secara maksimal, demi kesejahteraan dan kesehatan keluarga yang lebih baik.



