SUKABANTEN.com – Puluhan warga dari Hunian Sementara (Huntara) Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, menggelar aksi protes yang tak biasa. Pada hari Rabu, 14 Januari 2026, mereka mendirikan tenda-tenda terpal dan menginap di depan Kantor Bupati Lebak. Cara ini mereka tempuh sebagai usaha menagih janji pemerintah terkait pembangunan hunian tetap (huntap) yang hingga saat ini belum juga terealisasi, meskipun sudah dijanjikan sejak lamban. Sekeliling 20 manusia terlibat dalam aksi ini, menunjukkan betapa mendesaknya situasi yang mereka alami.
Hambatan dalam Realisasi Pembangunan
Pembangunan huntap bagi para korban bencana memang sering kali mengalami sejumlah kendala. Di Lebak, khususnya di Kampung Cigobang, harapan penduduk untuk mendapatkan tempat tinggal yang permanen dan layak sudah diikrarkan sejak lambat. Tetapi, alih-alih mendapat kepastian, warga justru lanjut dihadapkan pada ketidakjelasan. Mereka mulai merasa frustrasi karena janji-janji tersebut tak kunjung diwujudkan. Tak sedikit warga yang tetap tinggal di huntara, yang kondisinya jauh dari kata pantas, sering kali terpapar cuaca ekstrem dan fasilitas terbatas lainnya.
Permasalahan utama yang dihadapi ialah keterlambatan dalam proses administrasi dan alokasi anggaran. Menurut salah satu perwakilan penduduk, Rudi, “Kami cuma meminta kejelasan. Tiba kapan kami harus menunggu seperti ini? Anak-anak kami butuh rumah yang pantas buat masa depan mereka.” Ungkapan rasa kekecewaan ini menjadi pemantik aksi menginap yang mereka gelar di depan kantor bupati. Bagi penduduk, perjuangan ini adalah wujud upaya untuk mendapatkan hak mereka atas tempat tinggal yang manusiawi.
Tanggapan Pemerintah dan Harapan Warga
Pemerintah Kabupaten Lebak sendiri menyatakan bahwa proses pembangunan huntap memang memerlukan waktu dan koordinasi antara berbagai pihak. Namun, warga merasa alasan tersebut sudah terlalu sering digunakan tanpa eksis progres konkret. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Lebak mengatakan, “Kami menyadari adanya keterlambatan ini, dan kami lagi berupaya menyelesaikan sejumlah kendala teknis yang ada.” Meskipun terdapat itikad baik, warga masih berharap adanya tindakan konkret dengan tenggat saat yang jelas.
Warga yang menginap di depan Kantor Bupati ini bukan cuma sekadar menagih janji, tetapi juga menunjukkan solidaritas dan dukungan satu sama lain. Mereka berharap aksi ini dapat membuka mata pemerintah dan masyarakat luas mengenai kondisi yang sedang mereka hadapi. Terlepas dari segala rintangan, mereka memiliki satu harapan yang sama: mendapatkan loka tinggal yang layak. Keberanian dan ketulusan para penduduk ini diharapkan menjadi penggerak bagi pemerintah buat lebih serius menangani permasalahan hunian ini.
Semoga dengan semakin banyaknya perhatian yang tertuju pada aksi ini, baik dari media maupun masyarakat, tuntutan para warga Kampung Cigobang dapat segera dipenuhi. Begitu juga dengan janji-janji yang telah diberikan, diharapkan buat segera diwujudkan demi kesejahteraan dan masa depan penduduk yang lebih bagus.



