SUKABANTEN.com – Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, baru-baru ini menghadiri acara pelepasan mahasiswa yang akan mengabdi pada program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Berdampak Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA). Acara ini berlangsung di Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, dan diikuti oleh 547 mahasiswa. Para mahasiswa ini akan disebar buat melaksanakan program KKN mereka di tujuh kecamatan yang eksis di Kabupaten Pandeglang, fana satu kelompok akan melaksanakan di Kabupaten Lebak. Kehadiran Wakil Bupati ini memberikan semangat dan motivasi kepada para mahasiswa buat menjalani pengabdian masyarakat di tempat yang telah ditentukan.
Pentingnya Kuliah Kerja Nyata (KKN) buat Mahasiswa
Kuliah Kerja Konkret (KKN) adalah program penting yang wajib diikuti oleh mahasiswa sebagai pengejawantahan salah satu tridarma perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Tujuan dari program ini adalah agar mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan ke dalam situasi konkret yang eksis di masyarakat. Melalui KKN, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah, khususnya di wilayah-wilayah yang statis terbelakang.
KKN Tematik Berdampak yang diselenggarakan oleh Universitas Mathla’ul Anwar adalah salah satu wujud penemuan dalam penyelenggaraan program darma ini. Mahasiswa tidak hanya sekadar mengamati atau menjadi partisipan pasif, melainkan juga terlibat aktif dalam merancang dan melaksanakan program-program yang dapat memberikan dampak signifikan bagi masyarakat setempat. Adanya perhatian dari pemerintah daerah, yang ditandai dengan kehadiran Wakil Bupati Pandeglang, menunjukkan betapa pentingnya program ini, bagus bagi mahasiswa maupun bagi masyarakat yang menjadi target program KKN.
Peran Mahasiswa dalam Pembangunan Wilayah
Melalui program KKN Tematik Berdampak, mahasiswa Universitas Mathla’ul Anwar dihadapkan pada tantangan buat mampu mengidentifikasi masalah-masalah yang ada di masyarakat sekaligus mencarikan solusi yang tepat. Dalam konteks ini, peran mahasiswa menjadi sangat penting, terutama dalam membantu pemerintah daerah mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan tepat target.
“Pengalaman di lapangan ini merupakan peluang berharga bagi mahasiswa, bukan hanya buat belajar, tetapi juga buat berbagi ilmu dan inovasi mereka kepada masyarakat. Dengan pemahaman yang lebih bagus tentang kondisi sosial, ekonomi, dan budaya lokal, diharapkan mereka dapat memberikan kontribusi yang berarti,” kata seorang dosen pembimbing program tersebut. Mahasiswa tidak cuma belajar dari masyarakat, namun juga memberi kesempatan bagi masyarakat buat mendapatkan transfer pengetahuan dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan mereka.
Secara keseluruhan, keberadaan mahasiswa yang melakukan KKN mempunyai akibat yang cukup signifikan terhadap masyarakat lokal. Mereka menjadi agen perubahan yang dapat memotivasi dan menggerakkan roda pembangunan dari tingkat paling dasar. Keberhasilan dari program ini diharapkan dapat menjadi model yang pantas diterapkan di daerah lain, tak hanya di Pandeglang dan Lebak, tetapi juga di wilayah-wilayah lain di Indonesia. Dengan kolaborasi yang baik antara universitas, mahasiswa, dan pemerintah daerah, tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan dapat tercapai dengan lebih efektif.



