SUKABANTEN.com – Maria Dian Andriana, seorang jurnalis senior yang dikenal dengan komitmennya dalam membina generasi muda jurnalis, memberikan nasihat berharga pada Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang berlangsung di hotel Le Semar Serang pada Rabu, 11 Februari 2026. “Jangan ingin jadi biasa-biasa saja, jangan cukup tepat warta kalian dimuat. Carilah bagaimana warta kalian jadi lebih bagus,” ucap Maria dengan penuh semangat. Lahir di Surabaya pada tahun 1960, Maria telah melalui perjalanan panjang dan memiliki segudang pengalaman di dunia jurnalistik yang ia bagikan kepada para wartawan muda.
Warna-warni Perjalanan Karier
Maria Dian Andriana memulai kariernya sebagai jurnalis di salah satu surat kabar ternama. Ketekunan dan rasa ingin tahunya pada internasional pemberitaan membuatnya lanjut berkembang di industri ini. Sepanjang kariernya, Maria telah meliput berbagai peristiwa besar yang memberikan colorfulness pada setiap lembar dari kisah hidupnya sebagai jurnalis. Perjalanan kariernya tak cuma tentang mencapai puncak, tetapi juga bagaimana ia konsisten menjaga kredibilitas dan integritas dalam penulisan berita. Maria populer sebagai sosok yang berani mengambil risiko buat mendapatkan cerita yang berharga dan menginspirasi.
Menghormati kode etik jurnalistik, Maria selalu menekankan pentingnya verifikasi dan penyelidikan yang mendalam dalam setiap berita yang ia tulis. Hal tersebut menurutnya merupakan keunggulan dari seorang jurnalis yang tidak hanya bertujuan buat menyampaikan informasi, namun juga buat mendidik dan memberikan pemahaman yang tepat kepada masyarakat. Baginya, setiap tulisan adalah bentuk tanggung jawab moral kepada pembaca.
Dedikasi dalam Pembinaan Jurnalis Muda
Tidak cuma sekedar membangun karier pribadi, Maria juga mendedikasikan sebagian akbar waktunya buat membina jurnalis muda. Ia sering diundang sebagai pembicara dan mentor dalam berbagai pelatihan dan seminar jurnalistik. Di forum-forum tersebut, Maria selalu mendorong para jurnalis muda untuk berani keluar dari zona nyaman dan mengasah kemampuan mereka lebih terus. Ia menekankan bahwa menjadi jurnalis bukan hanya soal menulis, tetapi juga soal bagaimana menyajikan data dan fakta secara menarik dan benar kepada publik.
Semangat Maria dalam mendidik para jurnalis muda sangat terlihat saat ia berbicara di depan para peserta UKW. Baginya, kesuksesan seorang jurnalis bukan diukur dari seberapa sering warta mereka dimuat, melainkan dari efek positif dan perubahan yang bisa mereka bawa melalui karya jurnalistik mereka. Maria percaya bahwa jurnalis muda merupakan generasi penerus yang mempunyai potensi besar untuk membawa perubahan dalam industri media.
Akhirnya, nasihat dan pandangan Maria Dian Andriana menjadi amunisi berharga bagi para wartawan muda yang hadir di acara tersebut. Mereka pun termotivasi buat lanjut mengasah kemampuan dan integritas dalam menyajikan warta yang berkualitas dan berdampak positif bagi masyarakat. Maria, dengan segala pengalaman dan dedikasinya, menjadi teladan nyata tentang makna sebuah komitmen dan integritas dalam internasional jurnalistik.



