SUKABANTEN.com – Lindra Octora, perwakilan dari Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) asal Banten, baru saja kembali dari partisipasinya dalam acara bergengsi Selangor ASEAN Business Conference 2025. Acara tersebut dilaksanakan pada lepas 8 hingga 9 Oktober 2025 di Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia. Keterlibatan Lindra dalam acara ini tak hanya menghadirkan bunyi dari Banten, tetapi juga menunjukkan komitmen ABUPI untuk lanjut memperkuat kerja sama bisnis di kawasan Asia Tenggara.
Keterlibatan ABUPI dalam Konferensi ASEAN
Pada acara tersebut, ABUPI tak cuma mengirimkan perwakilannya buat hadir dan berpartisipasi dalam diskusi. Yang lebih krusial, ABUPI juga melakukan langkah strategis dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) berbarengan MMC Malaysia. MoU ini diharapkan dapat membuka jalan bagi kolaborasi yang lebih intensif antara sektor pelabuhan dari kedua negara. Penandatanganan ini merupakan bagian dari usaha berkelanjutan untuk menaikkan efisiensi operasional dan memperluas jaringan kerjasama di sektor maritim yang kian penting di wilayah ASEAN.
Ketua Generik ABUPI sendiri hadir langsung dalam acara ini, menegaskan pentingnya acara tersebut bagi industri pelabuhan di Indonesia, khususnya di Banten. “Kami memandang ini sebagai kesempatan emas buat mendorong pertumbuhan sektor pelabuhan, sekaligus memperkuat posisi kami di ASEAN,” ujar Ketua Generik ABUPI. Dengan kehadiran langsung para pemimpin asosiasi, terlihat jelas bahwa ABUPI berkomitmen untuk lanjut menjalin interaksi bagus dan saling menguntungkan dengan pelaku industri lainnya di kawasan tersebut.
Manfaat dan Asa dari MoU dengan MMC Malaysia
MoU yang dilakukan dengan MMC Malaysia mempunyai sejumlah manfaat dan asa jangka panjang bagi ABUPI dan sektor pelabuhan Indonesia pada umumnya. Salah satu manfaat yang diantisipasi adalah peningkatan dalam hal transfer teknologi dan pengetahuan. MMC Malaysia dikenal mempunyai pengalaman luas dalam pengelolaan pelabuhan dan logistik, dan ABUPI berharap buat dapat menyerap beberapa praktik terbaik yang dapat diterapkan di Indonesia.
Selain itu, kesepakatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong investasi baru di sektor pelabuhan Indonesia. Dengan adanya kerja sama ini, eksis harapan bahwa akan eksis lebih banyak penemuan dalam hal pengelolaan pelabuhan dan peningkatan infrastruktur yang dapat dilakukan. Ini tidak cuma akan meningkatkan efisiensi operasional, namun juga meningkatkan energi saing pelabuhan Indonesia di mata investor global.
Keterlibatan Lindra Octora dalam konferensi ini menambah semangat baru bagi para pelaku usaha pelabuhan di Banten dan Indonesia secara keseluruhan. “Harapan kami, dengan adanya MoU ini, kerjasama antar pelabuhan di ASEAN mampu lebih erat dan saling mendukung, terutama dalam menghadapi tantangan mendunia yang semakin kompleks,” tambahnya lagi. Dengan cara ini, ABUPI menunjukkan bahwa mereka telah siap untuk menyongsong masa depan industri pelabuhan yang lebih cerah dan berkelanjutan di kawasan ASEAN.




