Jumat, November 14, 2025
26.9 C
Banten

Lembaga Non-ASN Banten Protes TPP Cuma Rp350 Ribu

SUKABANTEN.com – Lembaga Non-ASN di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kini lagi menyoroti kebijakan terkait pemberian Tambahan Pendapatan Pegawai (TPP) bagi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang direncanakan akan diberlakukan pada tahun 2025. Ketua Forum Non-ASN Pemprov Banten, Taufik Hidayat, secara terang-terangan menyampaikan bahwa banyak PPPK merasa kebijakan ini tak adil. Kesenjangan nilai TPP menjadi isu primer di mana PPPK baru mendapatkan jumlah berbeda dengan PPPK lambat, bahkan pegawai negeri sipil (PNS). Hal ini memicu sejumlah pertanyaan dan ketidakpuasan dari kalangan pegawai PPPK.

Kesenjangan Nilai TPP: Keluhan yang Mencuat

Sejumlah pegawai PPPK menilai kesenjangan TPP ini sebagai wujud ketidakadilan. Jika dibedah lebih dalam, terdapat selisih yang signifikan antara TPP yang diterima oleh PPPK dengan penempatan baru dibandingkan PPPK yang sudah bekerja lebih lama. Bahkan, perbandingan TPP dengan para pegawai negeri sipil (PNS) juga menjadi sorotan. Dalam obrolan yang dilakukan oleh Lembaga Non-ASN Pemprov Banten, Taufik Hidayat menegaskan, “Kami hanya mau eksis keadilan yang bisa dirasakan oleh semua pihak. Kesejahteraan pegawai harus diperhatikan secara merata.”

Kehadiran kebijakan TPP dengan nominal yang berbeda ini dianggap dapat menurunkan semangat kerja pegawai PPPK yang sudah lambat mengabdi namun tak mendapatkan peningkatan sesuai asa. Alam konteks kebijakan pemerintahan, kesetaraan dalam pendapatan bagi setiap pegawai, termasuk PPPK, merupakan hal yang esensial. Meskipun PPPK mempunyai status yang berbeda dengan PNS, namun pemberian TPP statis harus berpijak pada prinsip keadilan dan proporsionalitas. Selain itu, kesenjangan ini dikhawatirkan dapat menimbulkan rasa tak puas yang mampu mengganggu kinerja dan stabilitas birokrasi di lingkungan Pemprov Banten.

Usulan Solusi dan Asa Ke Depan

Dalam menghadapi situasi ini, Forum Non-ASN Banten mengusulkan beberapa langkah strategis untuk mengurangi kesenjangan dan memperbaiki sistem pemberian TPP bagi PPPK dan PNS. Beberapa di antaranya adalah melakukan kajian ulang terhadap kebijakan penetapan TPP, mempertimbangkan masa kerja, kontribusi, dan kedudukan jabatan dalam menentukan besaran TPP yang pantas. Selain itu, pemerintah diharapkan dapat berdialog lebih intens dengan perwakilan PPPK untuk mendengar saran dan masukan yang membangun.

Taufik Hidayat menambahkan bahwa, “Saat ini adalah waktu yang sangat penting untuk membangun komunikasi yang baik antara pemerintah dan pegawai. Kami berharap pemerintah dapat melibatkan lebih banyak pihak dalam menyusun kebijakan seperti ini agar seluruh pegawai dapat merasa dihargai dan diperlakukan adil.” Cara lain yang dipandang efektif adalah menaikkan transparansi dalam proses penetapan besaran TPP agar tidak terjadi salah tahu atau spekulasi yang tidak perlu.

Keadilan dalam pemberian TPP diharapkan menjadi salah satu terobosan dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan berorientasi pada kesejahteraan pegawai. Asa besarnya adalah pemerintah akan mengambil cara positif dan bertindak secara bijak demi mencapai kondisi yang harmonis dan adil bagi semua pegawai di Pemprov Banten. Sistem birokrasi yang sehat dan efektif sangat bergantung pada kebijakan yang adil dan mampu dipertanggungjawabkan. Dengan usaha yang pas, maka kesejahteraan seluruh pegawai, termasuk PPPK, akan terjaga dan produktivitas kerja mampu meningkat secara optimal.

Hot this week

DPRD Pandeglang Kembali Bedah Rumah Penduduk

SUKABANTEN.com - Dalam upaya mengatasi masalah perumahan bagi penduduk...

Penerapan Traffic Light Baru di Simpang Duren Tangsel

SUKABANTEN.com - Uji coba pengaturan lampau lintas lanjut dilakukan...

Komdigi katup 7,39 juta konten judi online hingga 11 November 2025

SUKABANTEN.com - Pemerintah Indonesia lanjut berkomitmen untuk memberantas praktik...

Mobil Box Tabrak Pedagang Bubur di Lebak –

SUKABANTEN.com - Malam yang diam berubah menjadi tragedi di...

Mengapa Prabowo Merehabilitasi Dua Guru Luwu Utara yang Dipecat Setelah Membantu Honorer?

SUKABANTEN.com - Dua manusia guru di Luwu Utara, Sulawesi...

Topics

DPRD Pandeglang Kembali Bedah Rumah Penduduk

SUKABANTEN.com - Dalam upaya mengatasi masalah perumahan bagi penduduk...

Penerapan Traffic Light Baru di Simpang Duren Tangsel

SUKABANTEN.com - Uji coba pengaturan lampau lintas lanjut dilakukan...

Komdigi katup 7,39 juta konten judi online hingga 11 November 2025

SUKABANTEN.com - Pemerintah Indonesia lanjut berkomitmen untuk memberantas praktik...

Mobil Box Tabrak Pedagang Bubur di Lebak –

SUKABANTEN.com - Malam yang diam berubah menjadi tragedi di...

Proyek Perumahan Rakata Arum Disorot

SUKABANTEN.com - Proyek pembangunan perumahan Rakata Arum yang dikembangkan...

Warga Lebak Belum Mampu Cairkan Bansos

SUKABANTEN.com - Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa...

Lima Calon Direktur Keuangan dan SDM PT PCM Lolos ke Tahap Akhir

SUKABANTEN.com - Dalam perkembangan terbaru dari PT Pelabuhan Cilegon...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img

    SUKABET

    slot gacor

    sukabet

  1. sukabet
  2. sukabet
  3. sukabet
  4. sukabet
  5. sukabet
  6. sukabet
  7. https://dewaasia.org/
  8. https://dewaasia.net/
  9. dewaasia
  10. dewaasia
  11. galaxy138
  12. galaxy138
  13. galaxy138
  14. galaxy138
  15. galaxy138
  16. galaxy138
  17. kartuwin
  18. kumbang66
  19. suka-media.com
  20. sukabanten.com
  21. sukabatam.com
  22. sukabekasi.com
  23. sukabogor.com
  24. sukagoal.com
  25. sukatangerang.com
  26. sukajakarta.com
  27. sukadepok.com
  28. sukajabar.id
  29. sukabali.id
  30. sukapekanbaru.com
  31. sukapontianak.com
  32. sukamedan.id
  33. sukajogja.com
  34. sukasurabaya.com
  35. sukapalembang.com
  36. sukajateng.id
  37. sukajatim.id
  38. sbypresidenku.com