SUKABANTEN.com – Anggota Komisi IV DPRD Banten, Desy Yusandi, lagi gencar memperjuangkan penguatan sektor ekonomi kreatif di daerah Banten. Upaya ini didasari oleh keyakinan bahwa ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu solusi efektif dalam mengatasi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. Berdasarkan data yang tersedia, sektor ini mempunyai potensi besar buat menaikkan penghasilan daerah dan menciptakan lapangan pekerjaan baru yang lebih bervariasi dan inovatif. Desy berpendapat bahwa dukungan terhadap ekonomi kreatif harus dimulai dari penyediaan infrastruktur yang memadai, akses ke permodalan, serta pelatihan dan pendidikan bagi pelaku upaya.
Pentingnya Penguatan Infrastruktur
Infrastruktur yang memadai menjadi salah satu unsur krusial dalam menunjang perkembangan ekonomi kreatif. Menyadari hal ini, Desy Yusandi mengusulkan agar pemerintah wilayah lebih berfokus pada perbaikan dan peningkatan fasilitas yang dibutuhkan oleh pelaku upaya di sektor ini. “Tanpa infrastruktur yang memadai, sulit bagi pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Desy dalam salah satu kesempatan wawancara. Ia menambahkan bahwa infrastruktur yang baik tidak cuma mencakup aspek fisik seperti jalan dan gedung, namun juga infrastruktur digital yang memungkinkan akses yang lebih mudah ke pasar mendunia.
Dukungan pemerintah dalam penyediaan infrastruktur diyakini akan memberikan akibat positif yang signifikan bagi perkembangan ekonomi kreatif di Banten. Selain memperbaiki infrastruktur yang ada, Desy juga menekankan pentingnya pengembangan kawasan-kawasan khusus yang mampu menjadi pusat kreativitas dan penemuan. Kawasan ini dapat menjadi loka bertemunya pelaku upaya, investor, dan stakeholder lain yang tertarik buat turut serta dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Banten.
Akses Permodalan dan Pelatihan
Selain infrastruktur, akses ke permodalan juga menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh pelaku ekonomi kreatif. Desy Yusandi mengakui bahwa banyak pelaku upaya yang kesulitan mendapatkan kapital untuk mengembangkan bisnis mereka. Oleh sebab itu, ia mendorong adanya program-program bantuan permodalan yang lebih inklusif dan aksesibel. “Kita perlu memastikan bahwa pelaku usaha ekonomi kreatif dapat mengakses permodalan dengan lebih mudah dan cepat,” tegasnya.
Desy juga menyoroti pentingnya pelatihan dan pendidikan bagi para pelaku upaya di sektor ini. Menurutnya, pelatihan merupakan salah satu cara buat meningkatkan kualitas dan daya saing produk kreatif lokal. “Dengan pelatihan yang tepat, pelaku upaya mampu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka, sehingga bisa menghasilkan produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki energi tarik pasar,” jernih Desy. Ia berharap agar program pelatihan ini dapat tersebar merata ke berbagai daerah di Banten sehingga seluruh pelaku usaha dapat merasakan manfaatnya.
Dengan dorongan penguatan ekonomi kreatif ini, harapannya Banten dapat menjadi salah satu pusat ekonomi kreatif di Indonesia. Langkah-langkah strategis yang diusulkan Desy Yusandi tidak cuma akan memperkuat posisi Banten di kancah nasional tetapi juga menciptakan iklim usaha yang kondusif dan berkelanjutan bagi pelaku ekonomi kreatif di wilayah tersebut.



