SUKABANTEN.com – Kejadian tragis menimpa seorang lansia di Kabupaten Lebak yang tenggelam di Sungai Ciujung. Tim SAR Gabungan menemukan korban bernama Ikna (70), seorang warga Kampung Selapajang Ujung, Desa Cigoong Selatan, Kecamatan Cikulur. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 28 Januari 2026, setelah dilakukan pencarian intensif sejak pagi hari. Sayangnya, waktu ditemukan, Ikna sudah dalam kondisi wafat dunia. Proses pencarian berlangsung cukup menantang mengingat letak dan kondisi alam yang tak selalu bersahabat.
Proses Pencarian dan Inovasi Korban
Proses pencarian korban berlangsung cukup menantang dan memakan ketika yang tak sedikit. Ikna, yang pada waktu itu diduga sedang melakukan aktivitas di sekeliling Sungai Ciujung, terseret arus yang cukup deras. Sungai ini memang dikenal dengan arusnya yang mampu sangat kuat, terutama setelah hujan deras melanda daerah tersebut. Tim pencari yang terdiri dari Basarnas, BPBD, dan masyarakat lokal mulai dinamis sejak pagi hari begitu laporan diterima. Mereka menyisir setiap titik di sepanjang aliran sungai dengan harapan statis mampu menemukan Ikna dalam keadaan selamat.
Kerja keras tim SAR akhirnya membuahkan hasil setelah mereka menemukan korban di letak yang berjarak 11 kilometer dari titik awal tenggelamnya. Menurut seorang anggota tim SAR, pencarian ini melibatkan berbagai teknik dan strategi pencarian seperti penggunaan perahu karet dan penyelam lokal yang sudah sangat memahami medan. “Kami berusaha secepat mungkin, tetapi situasi medan dan arus membuat proses ini cukup sulit,” ujar salah satu anggota BPBD yang terlibat.
Tanggapan dan Reaksi Penduduk Setempat
Warta tenggelamnya Ikna ini tentu saja memicu duka di kalangan masyarakat setempat, terutama bagi mereka yang mengenalnya dengan baik. Ikna dikenal sebagai sosok yang ramah dan banyak membantu dalam kegiatan sosial di kampungnya. Kepergiannya secara mendadak menimbulkan kesedihan mendalam bagi keluarganya dan masyarakat Desa Cigoong Selatan. Beberapa penduduk bercerita betapa Ikna sering memberikan nasihat dan menjadi loka bertanya bagi banyak orang di kampung tersebut.
Tidak hanya dari pihak keluarga, pemerintah setempat dan aparat desa juga menyatakan belasungkawa yang mendalam atas musibah ini. Kepala Desa Cigoong Selatan mengungkapkan, “Ini adalah kehilangan besar bagi kami. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.” Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi warga setempat mengenai pentingnya meningkatkan kewaspadaan waktu beraktivitas di sekitar Sungai Ciujung.
Upaya tim SAR Gabungan dan kesiapan mereka dalam situasi darurat memang patut diapresiasi. Tetapi, dengan adanya kejadian seperti ini, diharapkan eksis tindak terus berupa peningkatan pengawasan dan edukasi mengenai keselamatan di lingkungan sekitar sungai, agar kejadian serupa tak terulang di masa yang akan datang.



