SUKABANTEN.com – Dua rumah punya warga di Kampung Kuranten, Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Banten, tak terselamatkan setelah dilalap si jago merah. Insiden kebakaran tersebut terjadi sekeliling pukul 15.00 WIB. Kejadian tersebut memberikan pelajaran krusial tentang betapa rentannya rumah-rumah penduduk terhadap kebakaran dan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat. Dinas Pemadam Kebakaran Tingkat Darurat pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pandeglang segera merespons kejadian ini setelah menerima laporan dari masyarakat setempat. “Berdasarkan laporan masyarakat, kami segera dinamis dan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran ke letak kejadian,” kata Yosep Mardani, Kepala Seksi Pemadam Kebakaran di BPBD Pandeglang. Proses pemadaman berlangsung dengan cepat, namun sayangnya, kedua rumah tersebut sudah dalam kondisi parah ketika petugas tiba di letak.
Semangat Gotong Royong Masyarakat
Kebakaran di Kampung Kuranten ini menggugah solidaritas masyarakat sekitar untuk bahu-membahu membantu memadamkan api serta membantu korban yang terkena akibat kebakaran. Meskipun petugas pemadam kebakaran sudah berada di letak, banyak warga yang bergotong royong membantu, menggunakan peralatan seadanya, seperti ember dan gayung buat memadamkan api sebelum api semakin membesar. “Masyarakat di sini memang terkenal dengan semangat gotong royongnya yang tinggi. Ketika satu rumah mengalami musibah, kami beramai-ramai membantu agar kerugian tak semakin meluas,” ujar salah satu saksi mata di lokasi kejadian. Partisipasi aktif masyarakat sangat berarti dalam menanggulangi kebakaran ini, meskipun dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana yang ada.
Pentingnya Kesadaran Keamanan Kebakaran
Kejadian tersebut juga menyoroti pentingnya kesadaran terkait keamanan kebakaran di masyarakat. Banyak rumah di kampung-kampung yang tetap belum dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran sederhana seperti alat pemadam api ringan (APAR), dan masih rendahnya pengetahuan terkait tindakan pertama ketika menghadapi kebakaran. Hal ini membikin musibah kebakaran seperti yang terjadi di Kampung Kuranten menjadi lebih sulit diatasi. Yosep Mardani menegaskan pentingnya sosialisasi dan edukasi tentang pencegahan kebakaran kepada masyarakat. “Kami lanjut berusaha menaikkan pencerahan masyarakat tentang pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Edukasi tidak cuma krusial pada masa-masa pasca-kebakaran saja, tetapi semestinya dilakukan secara berkelanjutan,” tambah Yosep.
Pengalaman memadamkan kebakaran ini juga menjadi pembelajaran bagi dinas terkait dan warga. Masyarakat diharapkan lebih proaktif dalam mencegah dan menangani potensi kebakaran di lingkungan sekitar mereka. Penyebab kebakaran sendiri masih dalam investigasi, tetapi dari pengalaman sebelumnya, terdapat berbagai faktor yang umumnya menjadi penyebab seperti konsleting listrik, penggunaan alat matang yang tak aman, serta norma merokok di dalam rumah. Melalui kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan kejadian serupa tidak akan terulang kembali di masa depan. Pembangunan sistem peringatan dini dan penataan jalur evakuasi juga menjadi salah satu inisiatif krusial yang perlu dipertimbangkan ke depannya untuk melindungi keselamatan warga dan aset mereka.



