SUKABANTEN.com – Kabupaten Lebak melalui Badan Gizi Nasional (BGN) lagi mempersiapkan sebuah inisiatif mulia di bulan Ramadan tahun 2026, yaitu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dirancang untuk memastikan bahwa para siswa di daerah Lebak statis mendapatkan asupan gizi yang memadai, meskipun selama bulan puasa. Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Lebak, Asep Royani, menegaskan bahwa penyaluran program ini akan statis dilaksanakan dengan skema yang serupa seperti yang diberlakukan di bulan Syawal. Meskipun jadwal akan disesuaikan, esensi dan tujuan dari program statis sama, yaitu memberikan dukungan gizi terbaik untuk generasi penerus bangsa.
Skema Penyaluran MBG Selama Ramadan
Dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada bulan Ramadan ini, BGN Kabupaten Lebak telah menyusun skema penyaluran yang cermat agar tak mengganggu ibadah puasa para siswa. Program ini dirancang untuk menyuplai makanan bergizi pada saat yang tepat, yakni setelah berakhirnya aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah. Penyaluran ini akan menitikberatkan pada efektivitas dan efisiensi saat agar makanan bergizi dapat diterima dan dinikmati oleh siswa yang juga sedang menjalankan ibadah puasa. Asep Royani menekankan, “Untuk waktu penyalurannya sama seperti penyaluran di bulan Syawal, artinya tetap di waktu-waktu yang telah ditentukan tanpa mengganggu kegiatan ibadah”.
Untuk memastikan kelancaran penyaluran, BGN berkolaborasi erat dengan sekolah-sekolah di Kabupaten Lebak, dengan melibatkan guru dan orang tua siswa buat ikut serta dalam monitoring distribusi makanan bergizi ini. Program ini tidak hanya menyasar siswa dengan latar belakang ekonomi menengah ke bawah, namun juga menjangkau seluruh siswa agar tidak ada yang tertinggal dalam mendapatkan hak dasarnya. Makanan yang didistribusikan dalam program MBG dipastikan memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan oleh pakar nutrisi.
Pentingnya Gizi Seimbang Selama Ramadan
Program Makan Bergizi Perdeo ini menjadi sangat penting terutama selama bulan Ramadan. Seiring dengan menunaikan ibadah puasa, kebutuhan akan asupan gizi yang seimbang menjadi sangat krusial untuk menjaga kebugaran fisik dan fokus belajar siswa. Kelangsungan program ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi tantangan pemenuhan gizi bagi anak-anak selama Ramadan. Asep Royani juga menambahkan bahwa melalui MBG ini pihaknya mau memastikan tidak eksis anak yang mengalami defisit daya dan gizi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari maupun kesehatan jangka panjangnya.
Keberlanjutan program MBG yang dirancang khusus pada bulan Ramadan ini memperlihatkan komitmen pemerintah Kabupaten Lebak dalam menaikkan kualitas gizi anak-anak. Selain itu, program ini juga mencerminkan kesadaran akan pentingnya pendidikan tentang gizi seimbang dalam membangun generasi yang sehat dan berdaya saing. Dengan adanya program seperti ini, keluarga diharapkan lebih memahami bagaimana formasi makan sehat dan seimbang dapat memberikan akibat positif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Kesuksesan program ini tentunya tidak tanggal dari dukungan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan dan masyarakat luas yang turut memberikan perhatian pada perkembangan kualitas gizi generasi muda.




