SUKABANTEN.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang secara formal telah memulai rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 dengan acara kick off yang dilaksanakan di Alun-alun Pandeglang pada Rabu, 15 Oktober 2025. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, Wakil Bupati Iing Andri Supriadi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Religi (Kemenag) Banten Amrullah, Wakapolres Pandeglang Kompol Asep Jamal, dan Kepala Kemenag Pandeglang Lukmanul Hakim. Seluruh tokoh ini bergabung untuk merayakan dan menandai dimulainya peringatan hari yang sangat krusial bagi masyarakat santri tersebut.
KICK-OFF HSN 2025: Menguatkan Peran Santri dalam Pelestarian Lingkungan
Dalam acara tersebut, Pemkab Pandeglang mengumumkan inisiatif lingkungan sebagai bagian dari perayaan HSN tahun ini. Terkait dengan tema pelestarian lingkungan, setiap pesantren di Kabupaten Pandeglang diwajibkan buat menanam bibit pohon. “Kami ingin santri kita juga berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Ini adalah cara mini yang kita ambil buat akibat yang lebih akbar di masa depan,” ujar Raden Dewi Setiani saat memberikan sambutannya. Kebijakan ini tak hanya bertujuan buat memperingati HSN tetapi juga merupakan porsi dari program jangka panjang Pemkab Pandeglang buat meningkatkan kesadaran lingkungan di antara para santri dan masyarakat pada umumnya.
Selain itu, Amrullah, Kepala Kanwil Kemenag Banten, menekankan pentingnya peran santri dalam keberlanjutan dan pelestarian lingkungan. “Santri tidak saja memperdalam ilmu agama tetapi juga harus terlibat dan peduli dengan lingkungan sekitarnya. Menanam pohon adalah salah satu wujud pengabdian kita kepada bumi,” katanya. Kegiatan penanaman pohon ini diharapkan dapat menjadi teladan dan memberikan inspirasi bagi masyarakat luas tentang pentingnya menjaga kualitas lingkungan hayati.
Komitmen Berkelanjutan dan Asa buat Masa Depan
Selain program penanaman pohon, rangkaian peringatan HSN 2025 ini juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan budaya yang melibatkan seluruh komponen masyarakat. Tujuannya untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan pencerahan kebersamaan dalam menjaga lingkungan. “Peringatan HSN tahun ini tak cuma seremonial, namun lebih pada bagaimana kita bisa membuat perubahan nyata di lagi masyarakat,” tambah Iing Andri Supriadi, Wakil Bupati Pandeglang.
Seluruh pihak diharapkan mampu bersinergi buat mewujudkan lingkungan yang lebih baik. Bibit-bibit pohon yang ditanam diharapkan dapat tumbuh subur sehingga Pandeglang bisa terus hijau dan kualitas udara pun terjaga. Asa ini disampaikan oleh Kompol Asep Jamal, yang yakin bahwa dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, tujuan pelestarian lingkungan bisa dicapai. “Kami yakin bahwa langkah kecil ini bisa berdampak besar jika kita seluruh konsisten dan berkomitmen,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri dapat terus menjadi pelopor dan agen perubahan dalam pelestarian lingkungan di daerah mereka masing-masing. Hari Santri Nasional 2025 ini menjadi momentum untuk memulai tradisi baru yang dapat memberikan akibat jangka panjang bagi kelestarian alam di Pandeglang khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Semoga semangat ini lanjut berlanjut di masa depan dan mampu memberikan manfaat yang nyata bagi bumi kita.




