SUKABANTEN.com – Ketua Umum Pengurus Akbar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, menyampaikan pesan krusial saat acara pelantikan jajaran Pengurus Daerah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten periode 2025-2030. Dalam sambutannya, Yahya menekankan pentingnya peran aktif pengurus NU dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Dia menyatakan bahwa keterlibatan ini diperlukan mulai dari taraf kelurahan hingga menangani isu-isu internasional. “Dalam kondisi apa pun, penduduk NU harus selalu hadir dan berperan aktif,” tutur Yahya. Pesan ini diharapkan dapat memacu semangat para pengurus baru untuk berkontribusi lebih maksimal dalam pembangunan masyarakat.
Tantangan dan Peran Pengurus dalam Masyarakat
Yahya Cholil Staquf juga menyoroti majemuk tantangan yang dihadapi pengurus NU di era globalisasi waktu ini. Menurutnya, adanya isu-isu sosial dan ekonomi yang kompleks menuntut peran aktif pengurus dalam mencari solusi yang pas. Pengurus diharapkan dapat menjadi penggerak di lingkup lokal dengan memperhatikan kebutuhan konkret masyarakat. “Keterlibatan pengurus harus nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Yahya. Dengan demikian, peran aktif PWNU Banten sangat krusial untuk memastikan bahwa organisasi ini tak hanya menjadi simbol keagamaan, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan di masyarakat.
Yahya juga menekankan pentingnya kerjasama dengan pemerintah dan berbagai pihak lainnya. Sinergi ini diperlukan agar program-program yang dicanangkan dapat berjalan dengan fasih dan efektif. “Kita harus mampu berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah untuk tujuan berbarengan,” tambahnya. Ini juga berarti bahwa pengurus harus lebih peka terhadap perubahan-perubahan sosial dan lekas tanggap dalam menyesuaikan strategi organisasi.
Menjadikan NU sebagai Agen Perubahan Positif
Peran Nahdlatul Ulama (NU) sebagai salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia diharapkan lebih dari sekadar organisasi keagamaan normal. Melalui PWNU Banten, Yahya berharap bahwa NU mampu menjadi agen perubahan positif bagi masyarakat. “Kita harus menjadi porsi dari solusi, bukan bagian dari masalah,” kata Yahya dalam mendorong spirit transformasi.
Dengan adanya pengurus baru, Yahya berharap semangat baru juga akan tercipta dalam tubuh organisasi ini. Ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks dan memerlukan pendekatan yang lebih inovatif. Pendidikan, ekonomi, dan kesehatan adalah beberapa sektor yang disebut Yahya sebagai fokus primer PWNU Banten. Melalui program-program yang strategis dan berkelanjutan, pengurus diharapkan dapat membuat akibat yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.
Kesuksesan organisasi ini, menurut Yahya, tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, namun juga dari seberapa akbar akibat yang dihasilkan dari kegiatan tersebut. “Kualitas kegiatan kita harus menjadi prioritas, bukan hanya kuantitasnya,” ungkapnya. Dengan demikian, fokus pada kualitas program dapat menjadikan NU sebagai pelopor dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil dan makmur.
Di akhir sambutannya, Yahya berharap para pengurus PWNU Banten periode yang baru ini dapat lebih responsif dalam menangani berbagai permasalahan yang ada. “Kita harus siap menghadapi tantangan ke depan dengan penuh optimisme dan semangat kebersamaan,” katup Yahya. Dengan tekad yang kuat dan kerja keras dari jajaran pengurus yang baru, diharapkan PWNU Banten dapat memainkan peran penting dalam pembangunan masyarakat di berbagai aspek.



