SUKABANTEN.com – Pada hari Rabu, 26 November 2025, momen penting tercipta di dunia politik Kota Cilegon. Ketua Partai Umat Kota Cilegon, TB Maman Sutrisno, secara resmi bergabung dengan Partai Golkar. Proses perpindahan ini terjadi dalam suasana Musyawarah Wilayah (Musda) VI DPD II Partai Golkar Kota Cilegon, dan menambah deretan elit politik di Cilegon yang beralih ke partai berlambang pohon beringin tersebut. Berita ini diumumkan melalui penyematan jas kuning yang menjadi simbol penerimaan anggota baru ke dalam Partai Golkar. Kehadiran Maman dalam partai besar ini menambah dinamika dan persaingan politik lokal yang semakin menarik untuk diperhatikan, terutama menjelang Pemilihan Kepala Wilayah (Pilkada) mendatang.
Perubahan Politik di Cilegon
Perpindahan Maman ke Partai Golkar tidak cuma sekadar transformasi personal, tetapi mencerminkan gerakan politik yang lebih besar di Cilegon. Pergeseran ini menandai bahwa Partai Golkar terus menarik perhatian para politisi lokal yang mau memperkuat posisi mereka dalam lanskap politik yang lebih kompetitif. Hal ini juga memberikan sinyal politik bahwa Partai Golkar tetap menjadi kekuatan yang diperhitungkan di tingkat lokal maupun nasional. “Kami menyambut hangat bergabungnya TB Maman Sutrisno dan percaya pengalamannya akan menjadi aset berharga bagi Partai Golkar,” ungkap Ketua DPD II Golkar Kota Cilegon dalam sambutannya.
Tidak bisa dipungkiri bahwa keputusan Maman untuk bergabung dengan Partai Golkar mungkin disebabkan oleh sejumlah pertimbangan strategis, bagus dari segi personal ataupun partai. Mengingat Partai Golkar mempunyai basis massa yang kuat dan jaringan politik yang luas, hal ini memberi kesempatan bagi Maman buat lebih memperluas pengaruhnya dan mendapatkan posisi yang lebih strategis ke depannya. Pergeseran ini, tanpa diragukan, akan memberikan dinamika baru dalam perpolitikan di Kota Cilegon dan akan diikuti dengan berbagai strategi dan kampanye politik yang semakin intensif menjelang pemilu lokal.
Profil TB Maman Sutrisno dan Harapannya di Golkar
TB Maman Sutrisno bukanlah tokoh baru di kancah politik lokal. Sebelum bergabung dengan Partai Golkar, Maman dikenal dengan perannya yang cukup menonjol di Partai Umat. Kepiawaiannya dalam berpolitik dan kemampuannya dalam memobilisasi massa adalah nilai tambah yang membuatnya menjadi sosok yang diperhitungkan. “Saya melihat ini sebagai peluang buat mengembangkan karir politik saya dan bekerja dengan tim yang memiliki visi besar untuk kemajuan Cilegon,” ujar Maman waktu ditanya mengenai keputusannya bergabung dengan Golkar.
Bergabungnya Maman ke dalam Partai Golkar juga mengisyaratkan bahwa banyak tokoh-tokoh politik di Cilegon yang memandang partai ini sebagai platform yang lebih menjanjikan untuk menyuarakan aspirasi mereka. Dengan pengalamannya yang luas, Maman dipercaya akan memberikan kontribusi signifikan bagi partai, tidak hanya di Cilegon tetapi juga di daerah Banten secara keseluruhan. Harapan besar tertuju pada kemampuannya buat membawa perubahan positif, terutama dalam menaikkan kesejahteraan masyarakat setempat dan memajukan program-program partai yang pro-rakyat.
Dalam kondisi politik yang lanjut berubah, keputusan bergabungnya TB Maman Sutrisno ke Partai Golkar merupakan langkah yang dapat membawa perubahan signifikan dalam kancah perpolitikan lokal di Cilegon. Ini juga menciptakan tantangan sekaligus kesempatan bagi Partai Umat dan partai-partai lain untuk merumuskan ulang strategi politik mereka pakai tetap relevan dan berdaya saing. Dengan masuknya Maman, tentu akan eksis rona baru yang mendominasi pentas politik Cilegon. Para pengamat politik pun akan terus mengamati bagaimana dinamika ini berkembang dan dampaknya bagi politik lokal pada tahun-tahun berikutnya.



