SUKABANTEN.com – Dalam rangka memperingati Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), berbagai kegiatan dilakukan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Serang untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Salah satunya berupa bakti sosial yang dilaksanakan di wilayah adat Baduy, Kabupaten Lebak, pada Sabtu, 8 November 2025. Kegiatan ini bukan saja merupakan perwujudan kepedulian dan darma dari insan pemasyarakatan terhadap masyarakat adat, namun juga menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antara lembaga dengan masyarakat setempat.
Darma dan Kepedulian Insan Pemasyarakatan
Bakti sosial di daerah Baduy ini menjadi agenda krusial bagi insan pemasyarakatan dalam menjalankan misinya buat lebih dekat dan berguna bagi masyarakat, terutama yang berada di wilayah terpencil dan adat seperti Baduy. Kegiatan ini mencakup berbagai bentuk donasi, bagus dalam wujud kebutuhan pokok, pelayanan kesehatan, maupun dukungan pendidikan. Dengan penuh semangat, anggota Lapas memberikan yang terbaik bagi masyarakat Baduy, menyantap kebutuhan mereka, dan memberikan bantuan yang dibutuhkan. “Kami berharap kegiatan ini dapat mempererat interaksi dan membangun rasa saling yakin antara institusi dan masyarakat,” ujar seorang pejabat Lapas.
Kegiatan ini juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat Baduy. Mereka merasa dihargai dan diperhatikan dengan adanya perhatian langsung dari Lapas Kelas IIA Serang. Bagi masyarakat adat yang mempunyai keterbatasan akses terhadap berbagai fasilitas generik, kegiatan seperti ini tentu sangat membantu. Selain sebagai bentuk bantuan material, bakti sosial ini juga diharapkan memberikan efek positif terhadap kesejahteraan psikologis masyarakat yang kerap merasa terpinggirkan.
Mempererat Hubungan dengan Masyarakat Adat
Tujuan dari kegiatan ini lebih dari sekadar memberikan bantuan fisik. Ini tentang membangun dan memelihara interaksi yang harmonis dengan masyarakat adat yang berada di sekitar lembaga pemerintahan. Sebagai forum yang mengurus pemasyarakatan, mempunyai interaksi bagus dengan masyarakat sekitar adalah porsi krusial dari operasional kesehariannya. Dengan mendalami budaya dan kebutuhan mereka, Lapas dapat membuat kebijakan dan program yang lebih inklusif serta berkelanjutan, sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang.
Kegiatan ini pun mengingatkan kembali pentingnya kesadaran sosial dalam menjalankan tugas pemerintahan. Saling membantu dan memahami satu sama lain akan menciptakan lingkungan yang saling menghormati, damai, dan sejahtera. Ditambah tengah, kegiatan seperti ini diharapkan mampu mendorong institusi lain untuk melakukan hal serupa, sehingga dapat bersama-sama membangun masyarakat yang lebih bagus. Dengan demikian, darma yang dilakukan bukan hanya berhenti pada acara tersebut, namun dapat menimbulkan efek berkelanjutan bagi kedua belah pihak.
Inisiatif dari Kemenimipas dan Lapas Kelas IIA Serang ini sepatutnya diapresiasi dan diteruskan. Dengan menjaga keakraban dan membangun kerjasama yang erat dengan masyarakat adat, diharapkan dapat menciptakan sinergi yang baik dalam pelaksanaan tugas serta peran pemerintah di tengah masyarakat.




