SUKABANTEN.com – Partisipasi Kejati Banten dalam Donor Darah Sambut Hari Lahir Kejaksaan ke-80
SERANG – Dalam rangka menyambut Hari Lahir Kejaksaan ke-80 yang akan anjlok pada tanggal 2 September 2025, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten menggelar kegiatan mulia berupa donor darah. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kejati Banten pada hari Selasa, 19 Agustus, pada siang hari. Inisiatif ini bukan cuma sebuah seremoni namun juga cara nyata yang menunjukkan bahwa Kejati Banten peduli terhadap isu kemanusiaan, dengan harapan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini diorganisir bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia.
Partisipasi publik dalam kegiatan ini sangat antusias. Sebanyak 71 kantong darah berhasil terkumpul, menunjukkan besarnya dukungan dari para pegawai Kejati Banten dan masyarakat yang berpartisipasi. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan partisipasi semua pihak yang telah menyumbangkan darahnya. Ini adalah bentuk nyata kepedulian kita semua terhadap sesama,” ungkap salah satu pejabat Kejati Banten.
Kolaborasi Strategis Demi Kemanfaatan Umum
Acara donor darah ini tidak hanya sekadar mengumpulkan kantong darah, namun juga merupakan bagian dari strategi buat mempererat sinergi antara institusi penegak hukum dengan lembaga lain, seperti Palang Merah Indonesia. Kolaborasi ini krusial untuk memastikan ketersediaan darah bagi mereka yang membutuhkan, bagus itu untuk pasien rumah sakit maupun kejadian-kejadian emergensi yang membutuhkan ketersediaan darah dalam jumlah akbar dengan cepat.
Dengan mengadakan kegiatan ini, Kejati Banten juga berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menyumbangkan darah secara rutin. Darah yang didonorkan akan digunakan buat membantu berbagai kalangan yang membutuhkan, seperti pasien dengan penyakit kronis, korban kecelakaan, maupun mereka yang membutuhkan operasi akbar. “Donasi darah adalah salah satu tindakan paling mulia yang mampu kita lakukan. Satu kantong darah dapat menyelamatkan hingga tiga nyawa,” ujar Ketua Palang Merah Indonesia, yang turut hadir dalam acara tersebut.
Acara tersebut juga dihadiri oleh berbagai pejabat daerah dan tokoh masyarakat yang menunjukkan dukungannya terhadap kegiatan ini. Dengan adanya kegiatan seperti ini, harapannya adalah dapat menciptakan budaya saling membantu dan lebih peduli terhadap isu-isu kemanusiaan yang ada di sekitar kita.
Menyongsong Hari Lahir Kejaksaan dengan Semangat Kebersamaan
Momentum Hari Lahir Kejaksaan digunakan sebagai kesempatan untuk merefleksikan perjalanan serta kontribusi Kejaksaan buat masyarakat selama ini. Peringatan ini bukan hanya sekadar merayakan berdirinya institusi, tetapi juga memperkuat komitmen untuk terus memberikan yang terbaik dalam penegakan hukum dan melayani kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan donor darah ini, Kejati Banten berharap bisa mempertegas posisi mereka sebagai institusi yang tidak cuma terfokus pada penegakan hukum, tetapi juga mempunyai perhatian terhadap kesejahteraan sosial.
Kegiatan ini juga mendorong masing-masing individu yang terlibat untuk menanamkan semangat kebersamaan dan kerjasama demi umat. Mengadakan kegiatan sosial seperti donor darah dalam momentum-momentum krusial diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi institusi lain buat melakukan hal yang serupa. Karena, dengan kebersamaan dan gotong royong, berbagai permasalahan mampu dihadapi dan diatasi dengan lebih baik.
Dengan donasi 71 kantong darah yang terkumpul dalam sehari tersebut, asa terbesar adalah dapat membantu banyak manusia yang membutuhkan. “Kami berkomitmen buat lanjut mendukung kegiatan kemanusiaan seperti ini di masa depan,” jelas salah satu panitia penyelenggara. Kehadiran berbagai pihak dalam acara tersebut menjadi bukti bahwa aksi-aksi sosial bisa diterima bagus dan didukung masyarakat luas.
Pada akhirnya, kegiatan ini tidak cuma menjadi porsi dari perayaan Hari Lahir Kejaksaan namun juga penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan kerja sama antar forum yang kental. Dengan demikian, Kejati Banten menunjukkan bagaimana memperingati sebuah hari jadi dengan merangkul majemuk lapisan masyarakat untuk tujuan yang lebih besar.



