SUKABANTEN.com – Kapolresta Serang Kota, Kombes Pol Yudha Satria, menghadiri pemakaman MA, seorang warga berusia 60 tahun dari Kampung Begog, Desa Sukamaju, Kecamatan Padarincang, yang menjadi korban wafat akibat banjir. Acara pemakaman ini diadakan pada hari Senin, 29 Desember 2025, dan dihadiri oleh Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, berbarengan dengan sejumlah faktor pemerintahan wilayah serta masyarakat setempat. Kehadiran dua tokoh krusial ini sebagai bentuk simpati dan perhatian mereka terhadap penduduk yang terdampak bencana banjir yang melanda kawasan tersebut.
Hadirnya Para Petinggi di Lagi Kesedihan
Kehadiran Kapolresta dan Bupati di pemakaman tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan menunjukkan komitmen para petinggi daerah dalam merespons bencana yang terjadi di daerah mereka. Kombes Pol Yudha Satria dalam peluang ini menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban dan masyarakat Kampung Begog. “Kami akan memastikan segala bentuk bantuan yang diperlukan akan segera kami salurkan dan penanganan pasca-banjir akan menjadi prioritas kami,” ujarnya. Cara ini diambil pakai memberikan agunan bagi masyarakat bahwa mereka tidak berjuang sendirian dalam menghadapi akibat dari bencana alam ini.
Bupati Ratu Rachmatuzakiyah juga memberikan sambutannya yang penuh empati kepada para keluarga korban. Ia menegaskan pentingnya kesiapan pemerintah wilayah dalam menghadapi bencana serupa di masa mendatang. “Meskipun kita tak dapat menghindari bencana, tetapi kita mampu mempersiapkan diri agar dapat meminimalisir dampaknya,” ungkapnya. Selain itu, bupati juga berjanji buat lanjut mendukung kebutuhan masyarakat yang terdampak melalui program-program pemulihan dan pembangunan infrastruktur yang lebih bagus.
Usaha Pemulihan dan Cara Pencegahan Selanjutnya
Pasca-banjir ini, konsentrasi pemerintah wilayah tidak cuma berhenti pada upaya pemulihan kehidupan sehari-hari penduduk terdampak, tetapi juga pada langkah pencegahan agar kejadian serupa tak terulang di masa depan. Kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah wilayah, dan masyarakat akan menjadi kunci sukses dalam mengelola risiko bencana. “Koordinasi yang bagus antar faktor terkait sangat diperlukan agar kita dapat bergerak lekas dan efektif dalam menanggulangi akibat dari bencana,” tambah Kombes Pol Yudha Satria.
Sebagai bagian dari inisiatif pemulihan, pemerintah daerah akan memperkuat sistem peringatan dini dan memperbaiki infrastruktur di wilayah rawan banjir. Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam juga akan digalakkan. Dengan demikian, masyarakat tak hanya mendapatkan donasi pasca-bencana namun juga pengetahuan dan ketahanan buat menghadapi kondisi darurat di masa depan.
Dengan langkah-langkah nyata ini, diharapkan masyarakat Desa Sukamaju dan sekitarnya dapat segera bangun kembali dan menjalani kehidupan dengan aman dan nyaman, meski tantangan dari alam sering kali tidak dapat dihindari. Pemerintah wilayah berkomitmen buat terus hadir dan memberikan dukungan terbaik kepada warganya dalam setiap situasi dan kondisi.



