SUKABANTEN.com – Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko, mendapat apresiasi unik dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Ranjeng Berkah. Pada Sabtu, 27 September 2025, beliau dijuluki sebagai “Polisi Jagung Indonesia”. Gelar kehormatan ini bukan tanpa dalih, mengingat dedikasi dan kontribusi akbar alumnus Akpol tahun 2005 ini dalam mendukung sektor pertanian di Kabupaten Serang. Kondisi pertanian yang menantang seringkali membikin para petani harus bekerja ekstra demi mencapai swasembada pangan. Dukungan dari sosok seperti AKBP Condro Sasongko menjadi sangat vital dan membawa asa baru bagi para petani di daerah tersebut.
Kontribusi Kapolres dalam Pertanian
AKBP Condro Sasongko dikenal aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan hasil pertanian di wilayahnya. Beliau percaya bahwa tugas seorang pemimpin tak cuma menjaga keamanan, namun juga harus terjun langsung mendampingi serta memberdayakan masyarakat. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah memberikan akses lebih baik terhadap teknologi pertanian dan pembinaan yang berkelanjutan bagi para petani. “Kami dari Gapoktan sepakat memberikan penghargaan kepada beliau (AKBP Condro Sasongko) menjadi Polisi Jagung,” demikian ungkap salah satu personil Gapoktan, menekankan kontribusi positif yang telah dilakukan oleh polisi ini.
Pendekatan humanis yang dilakukan oleh AKBP Condro, dengan seringnya beliau turun langsung ke lapangan, telah membuahkan hasil yang cukup signifikan. Tidak sekedar dalam bentuk peningkatan hasil produksi, tetapi juga dalam memperkuat kebersamaan dan sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat. Hal ini tentunya menjadi contoh teladan bagi daerah lain dalam upaya bersama mencapai ketahanan dan swasembada pangan.
Swasembada Pangan: Tantangan dan Harapan
Visi buat mencapai swasembada pangan bukanlah perkara yang mudah, terutama di tengah perubahan iklim dan tantangan teknis yang harus dihadapi para petani. Oleh sebab itu, pendekatan integratif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat seperti yang diusung oleh Kapolres Serang, menjadi kunci keberhasilan. Dengan optimalisasi sumber daya lokal dan pembinaan berkelanjutan yang melibatkan para pakar, diharapkan hasil pertanian, khususnya jagung, mampu memenuhi kebutuhan lokal dan bahkan diekspor ke luar daerah.
Dengan dukungan dari tokoh-tokoh seperti AKBP Condro Sasongko, masyarakat tani di Kabupaten Serang semakin optimis dalam menjawab tantangan swasembada pangan. Penghargaan “Polisi Jagung Indonesia” tersebut bukan sekadar gelar, melainkan simbol pengakuan akan upaya keras dan komitmen terhadap perbaikan dalam sektor pertanian. Inisiatif ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak pihak buat bersinergi dan melahirkan inovasi-inovasi baru dalam bidang pertanian.
Kemampuan AKBP Condro Sasongko dalam merajut kebersamaan antara aparat dan masyarakat membuktikan bahwa semua elemen bisa berkontribusi terhadap kesejahteraan negeri ini. Sinergi antara keamanan dan pertanian akan menghasilkan buah manis berupa kecukupan pangan yang berkelanjutan. Sehingga, langkah-langkah seperti ini diharapkan dapat terus berkembang dan diterapkan di banyak wilayah lain di Indonesia untuk mencapai swasembada pangan secara nasional.



