SUKABANTEN.com – Menyongsong datangnya Bulan Bersih Ramadan 1447 H/2026 M, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menegaskan pentingnya pengawasan terhadap bahan pokok dan barang penting (bapokting) serta penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Pernyataan ini disampaikan dalam agenda rapat koordinasi kesiapan Ramadan yang berlangsung di Aula Rupatama Polda Banten, pada Rabu, 18 Februari 2026. Rapat tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dan bertujuan untuk memastikan kesiapan semua faktor masyarakat dan instansi terkait menghadapi bulan kudus.
Supervisi Bahan Pokok dan Barang Krusial
Terlepas dari nuansa religi yang kental, Ramadan juga kerap diwarnai oleh kebutuhan masyarakat yang meningkat pesat, terutama pada bahan pokok dan barang penting. Irjen Pol Hengki menekankan bahwa supervisi terhadap distribusi ini menjadi penting agar stabilitas harga dapat terjaga dan masyarakat dapat menjalani ibadah dengan tenang. “Kita harus pastikan bahan pokok tersedia dalam jumlah cukup buat menghindari kekurangan dan lonjakan harga yang tidak terkendali,” katanya, menekankan perlunya kerjasama antara pemerintah daerah, kepolisian, dan pelaku bisnis dalam menjaga kelancaran distribusi bapokting.
Supervisi yang ketat juga perlu dilakukan untuk mencegah defleksi dan praktik penimbunan yang dapat memicu kelangkaan barang di pasaran. Dengan melakukan pemeriksaan rutin dan tatap muka dengan distributor, pemerintah berharap agar rantai pasokan masih berjalan tanpa hambatan. “Kami berkomitmen untuk lanjut melakukan monitoring secara intensif agar seluruh masyarakat mampu menjalani Ramadan dengan nyaman,” tukas Kapolda.
Penguatan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat
Selain supervisi bapokting, aspek keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) juga menjadi konsentrasi perhatian Kapolda Banten dalam menyambut Ramadan kali ini. Irjen Pol Hengki menggarisbawahi pentingnya kamtibmas sebagai bagian integral dalam mendukung penyelenggaraan ibadah yang khusyuk dan kondusif. Ia mengajak semua jajaran kepolisian serta masyarakat buat aktif berpartisipasi menjaga kondusifitas daerah masing-masing.
Planning strategis yang diusulkan mencakup peningkatan patroli di kawasan-kawasan rawan, terutama di pusat-pusat keramaian seperti pasar tradisional dan pusat perbelanjaan. Dengan adanya kehadiran aparat yang lebih intensif, diharapkan dapat mengurangi potensi tindak kriminal yang kerap terjadi waktu kondisi ramai. “Ramadan harus menjadi bulan yang penuh kedamaian, dan buat itu, keamanan serta ketertiban harus dijaga dengan sungguh-sungguh,” jernih Hengki dalam pertemuan tersebut.
Lebih lanjut, kerjasama aktif dengan tokoh masyarakat dan pemuka religi juga dianggap penting dalam membangun pencerahan kolektif terhadap kamtibmas. Melalui sosialisasi dan kampanye di level komunitas, diharapkan masyarakat dapat lebih proaktif dalam mengawasi lingkungan masing-masing dan melaporkan hal-hal mencurigakan.
Pelaksanaan rapat koordinasi ini bukan cuma sekadar rutinitas tahunan, tapi sebuah cara konkret dalam mempersiapkan masyarakat memasuki bulan yang penuh berkah. Dengan melibatkan berbagai pihak dan menggagas strategi-strategi yang matang, diharapkan Ramadan tahun ini dapat berlangsung dalam suasana kondusif, nyaman, dan tentram.
Dengan demikian, langkah-langkah ini tidak hanya mendorong stabilitas sosio-ekonomi selama periode penting ini tetapi juga memperkuat fondasi keharmonisan masyarakat di wilayah Banten. “Kita seluruh mempunyai peran untuk menjadikan Ramadan tahun ini lebih bagus dari sebelumnya, dan dengan kerjasama yang kuat, kita niscaya mampu mencapainya,” katup Kapolda.



