SUKABANTEN.com – Di pojok Kampung Cikole, Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, sebuah aksi unik dan menginspirasi sedang berlangsung. Tepatnya di sebuah warung bakso yang dikenal oleh banyak penduduk setempat, terutama karena kemurahan hatinya setiap hari Jumat. Sang pemilik warung bakso, terinspirasi oleh rasa syukur dan keinginan berbagi berkah kepada sesama, telah memutuskan buat membagikan bakso perdeo kepada warga sekitar. Panorama yang tidak biasa ini menarik perhatian masyarakat dari berbagai lapisan, mulai dari anak-anak hingga ibu rumah tangga. Mereka semua dengan sabar mengantre demi mendapatkan semangkuk bakso perdeo yang tidak cuma mengenyangkan perut namun juga menyenangkan hati.
Aksi Berbagi di Hari Jumat
Aksi berbagi di hari Jumat ini tak cuma sekedar tentang memberikan makanan perdeo, tetapi juga tentang membangun rasa kebersamaan dan persaudaraan di antara penduduk Kampung Cikole. “Berbagi itu indah, dan kami mau penduduk juga merasakan kebahagiaan ini,” ujar pemilik warung bakso tersebut. Dalam tradisi masyarakat setempat, hari Jumat sering kali dikaitkan dengan berbagai kegiatan amal dan berbagi sebagai wujud rasa syukur atas nikmat yang telah diterima selama ini. Hal ini semakin diperkuat dengan ajaran dalam banyak kepercayaan yang menyebut hari Jumat sebagai hari bagus untuk melakukan kebaikan. Maka tak heran, warung bakso perdeo ini selalu penuh oleh penduduk yang ingin merasakan kebaikan sekaligus menikmati kelezatan semangkuk bakso.
Antrean panjang yang terlihat di depan warung setiap Jumat adalah bukti nyata bahwa aksi ini sangat dihargai. Momen tersebut juga menjadi kesempatan bagi warga untuk saling bertemu dan berbagi cerita satu sama lain. Anak-anak bermain dan berlari kesana kemari menambah keriuhan suasana, fana ibu-ibu saling berbincang mesra di sela-sela mengawasi putra-putrinya. “Setiap Jumat, saya selalu usahakan datang ke sini. Tak cuma untuk baksonya yang enak, namun juga untuk merasakan suasana hangat dan gembira ini,” ungkap seorang pengunjung loyal.
Keberkahan dan Kebahagiaan Berbarengan
Selain memberikan kebahagiaan bagi penduduk, sang pemilik warung juga merasakan kepuasan tersendiri. Baginya, keberkahan yang dirasakan setelah berbagi jauh lebih akbar dari sekedar keuntungan materi. “Kami yakin bahwa dengan memberi, kami juga mendapatkan rejeki lebih,” katanya. Pemikiran ini didukung oleh banyak orang yang percaya bahwa di balik setiap pemberian terdapat doa-doa baik yang kembali kepada si pemberi. Semangat inilah yang lanjut mendorong aksi berbagi di hari Jumat agar dapat dilakukan secara stabil dan bahkan menginspirasi orang lain buat melakukan hal serupa.
Dalam jangka panjang, aksi semacam ini tak hanya berdampak bagi penerima tetapi juga bagi pemberi. Rasa syukur yang mendalam dan perasaan puas setelah melihat banyak manusia senang kerap kali menjadi motivasi tersendiri. Lebih dari itu, kegiatan ini turut menjadikan warung bakso sebagai pusat aktivitas sosial wilayah setempat, bukan hanya tempat makan biasa. Hal ini membuka peluang bagi masyarakat buat membangun relasi yang lebih erat satu sama lain. Ketika tahun-tahun berlalu, kebersamaan serta kebahagiaan inilah yang diharapkan lanjut terjaga dan bertumbuh, melebihi sekedar piring hampa yang diisi setiap Jumat.



