SUKABANTEN.com – Dalam perjalanan karir Brigjen Pol Hengki, peran Brigjen Pol (Purn) Rumiah Kartoredjo tak mampu dipandang sebelah mata. Sebagai Kapolda perempuan pertama di Indonesia, Rumiah telah mencatatkan sejarah penting dan memberikan inspirasi besar bagi banyak orang, termasuk Hengki. Untuk Hengki, yang lahir di Negeri Besar, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, sosok Rumiah bukan hanya sebagai pionir di dunia kepolisian, tetapi juga mentor dan pendukung utama dalam perjalanan karirnya. Keberhasilan Hengki mencapai posisinya yang sekarang sebagai Kapolda Banten tidak lepas dari dukungan dan pelajaran berharga yang ia dapatkan dari Rumiah. Dalam pengakuannya, Hengki menyatakan, “Rumiah adalah sosok yang selalu ada mendukung karir aku, menginspirasi aku agar terus melangkah maju dan berkontribusi lebih bagi kepolisian.”
Peran Krusial Rumiah Kartoredjo dalam Karir Hengki
Bagi Brigjen Pol Hengki, sosok Brigjen Pol (Purn) Rumiah Kartoredjo adalah teladan yang nyata dalam kedisiplinan dan dedikasi. Rumiah, sebagai Kapolda perempuan pertama di Indonesia, telah mendobrak batasan dan menunjukkan bahwa perempuan pun bisa memimpin dengan tegas dan bijaksana dalam dunia yang sering dikuasai oleh kaum pria. Sejarah yang ditorehkan oleh Rumiah memberikan akibat yang nyata pada banyak perwira muda seperti Hengki buat tak pernah menyerah dalam mencapai impian mereka. “Rumiah menunjukkan kepada aku, dan mungkin banyak perwira lainnya, bahwa tak eksis yang tidak mungkin jika kita berusaha keras dan masih stabil,” ujar Hengki.
Dukungan yang diberikan Rumiah tak hanya sebatas motivasi verbal, namun juga berupa bimbingan strategis dalam berbagai tantangan yang dihadapi Hengki selama karirnya. Hengki melihat Rumiah sebagai mentor yang bisa menatap potensi terpendam dalam dirinya, memberi arahan yang pas dan mendorongnya buat lanjut berprestasi. Dalam periode transisi dan perubahan peran, Hengki sering mendapat saran berharga dari Rumiah yang diyakininya sebagai bekal kuat buat menghadapi berbagai tantangan.
Inspirasi dari Seorang Pelopor
Rumiah Kartoredjo, seorang pelopor yang diakui bukan hanya sebab posisinya tetapi juga karena prestasi dan pengaruhnya. Di eranya, menjadi seorang Kapolda perempuan adalah sesuatu yang sangat langka dan Rumiah menuai banyak pujian dan penghormatan atas keberaniannya. “Dia adalah sosok yang menyalakan api semangat dan keberanian dalam diri aku,” ungkap Hengki merujuk pada bagaimana pengaruh Rumiah begitu terasa dalam perjalanan karirnya.
Sebagai seorang Kapolda wanita pertama, Rumiah menghadapi tantangan yang berbeda dan berkali-kali harus membuktikan kemampuannya dalam menjalankan tugas. Pengalaman dan kemampuan kepemimpinannya menjadi inspirasi bagi banyak pejabat kepolisian, termasuk Hengki. Ketika Rumiah menggelar program yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan dan penegakan hukum yang adil, Hengki mengambil pelajaran penting darinya. Rumiah menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak cuma harus tegas tetapi juga harus memiliki empati dan kemampuan untuk mendengar. Filosofi inilah yang coba diterapkan Hengki dalam tugasnya sehari-hari sebagai Kapolda Banten.
Rumiah Kartoredjo telah menciptakan jejak yang membuktikan bahwa wanita mampu memegang posisi strategis dalam institusi kepolisian. Jejak itu bukan hanya dikenang tetapi juga terus menjadi pembakar semangat dan penunjuk arah bagi generasi penerus, termasuk Hengki. Semangat dan keberanian Rumiah menjadi tonggak krusial bagi siapa saja yang mengenal dan mengikuti kiprahnya. Hengki, sebagai salah satu manusia yang pernah merasakan langsung bimbingan Rumiah, kini berharap mampu meneruskan warisannya dalam memimpin dengan bagus dan memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat Banten.



