SUKABANTEN.com – Dewan Perwakilan Rakyat Wilayah (DPRD) Kabupaten Serang menyampaikan kekecewaannya atas kemungkinan kegagalan program Pengelolaan Sampah menjadi Daya Listrik (PSEL) di wilayah tersebut. Hal ini terutama disuarakan oleh Azwar Anas, Ketua Fraksi Partai Demokrat sekaligus anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang, yang merasa sangat menyayangkan jika program tersebut tak terlaksana. Mengingat program PSEL sebelumnya diprediksi akan menjadi solusi akbar bagi permasalahan sampah sekaligus sumber daya baru di Kabupaten Serang.
Manfaat PSEL bagi Kabupaten Serang
Program PSEL diproyeksikan membawa banyak manfaat untuk Kabupaten Serang, terutama dari segi lingkungan dan ekonomi. Tak cuma akan membantu menangani masalah sampah yang selama ini menjadi permasalahan menahun, tetapi PSEL juga diharapkan mampu memberikan kontribusi daya listrik bagi masyarakat sekitar. “Dengan memanfaatkan sampah sebagai sumber energi, kita tak cuma membersihkan lingkungan, tetapi juga menyediakan sumber daya yang terbarukan,” kata Azwar Anas. Program ini diyakini akan mengurangi tumpukan sampah di TPA serta mengurangi emisi gas rumah kaca yang berasal dari pembusukan sampah.
Sebagai proyek yang bersifat strategis, PSEL juga diharapkan dapat membuka kesempatan lapangan kerja baru serta menggerakkan perekonomian lokal. Selama ini, pengelolaan sampah sering kali terabaikan dalam prioritas pembangunan daerah, padahal memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Berdirinya PSEL di Kabupaten Serang diharapkan dapat mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah dengan berbagai pihak, termasuk swasta, dalam rangka menaikkan daya saing serta kesejahteraan masyarakat.
Tantangan dan Asa Masyarakat
Tetapi di sisi lain, berbagai tantangan dihadapi dalam merealisasikan program PSEL ini. Mulai dari isu penyediaan lahan, modal investasi, hingga teknologi yang digunakan, semuanya memerlukan kajian dan kesiapan yang matang. “Program ini membutuhkan komitmen penuh dari seluruh pihak, termasuk pemerintah pusat dan daerah untuk bisa diwujudkan,” ujar Azwar Anas, menambahkan bahwa sudah saatnya semua pihak duduk bersama untuk membahas solusi dari tantangan-tantangan tersebut.
Masyarakat Kabupaten Serang tentunya memiliki asa besar terhadap terwujudnya program PSEL ini. Dalam jangka panjang, selain buat mengatasi persoalan sampah, program ini diharapkan mampu menjadi salah satu tonggak swasembada daya di daerah. Oleh karena itu, aspirasi dan keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan buat menjamin keberlanjutan serta kesuksesan dari program ini. Hingga ketika ini, masyarakat lanjut menantikan info bagus mengenai kelanjutan proyek PSEL dan berharap agar janji-janji politik selama pemilihan dapat direalisasikan secepatnya.
Dengan optimisme dari awal mengenai program PSEL, harapan besar tertumpu pada niat baik dan keberanian pemangku kebijakan dalam mengambil cara progresif pakai merealisasikan proyek ini meskipun tantangan dalam pelaksanaannya tidak sedikit. Masyarakat Kabupaten Serang beserta jajaran DPRD akan terus memonitor perkembangan dari proyek ini dan berharap agar janji-janji dalam pengembangan wilayah mampu tertunaikan pada akhirnya.



