SUKABANTEN.com – Kabupaten Pandeglang, sebuah destinasi yang dikenal dengan pesona pantainya yang memikat dan kuliner yang menggugah selera, kini sedang menghadapi tantangan di sektor aksesibilitas. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pandeglang baru-baru ini mengeluarkan arahan penting buat para wisatawan yang berencana mengunjungi kawasan pantai selatan Pandeglang. Imbauan ini muncul setelah terjadinya insiden longsor di ruas Jalan Nasional Pandeglang-Labuan, yang berlokasi di Kampung Karangmulya, Desa. Longsor tersebut menyebabkan terganggunya arus kemudian lintas yang biasanya menjadi jalur utama menuju tempat-tempat wisata terkenal di wilayah ini.
Menyusuri Jalur Alternatif
Sebagai solusi dari kondisi tersebut, PHRI merekomendasikan para wisatawan buat menggunakan jalur alternatif seperti Mengger-Caringin dan Anyer-Carita-Labuan. Trayek Mengger-Caringin dikenal lebih diam dan menawarkan pemandangan alam yang tidak kalah menarik dibandingkan jalur primer yang ketika ini sedang dalam perbaikan. Fana itu, jalur Anyer-Carita-Labuan tak cuma menjadi jalur alternatif yang efisien, tetapi juga memberikan peluang bagi wisatawan untuk singgah sejenak di beberapa spot wisata yang berada di sepanjang jalan, seperti pantai-pantai kecil yang tersebar di wilayah Anyer dan Carita.
Widiasmanto, selaku Ketua PHRI Kabupaten Pandeglang, mengungkapkan, “Kami menganjurkan wisatawan buat menempuh jalur alternatif demi kenyamanan dan keamanan perjalanan mereka. Tim kami di lapangan lanjut berkoordinasi dengan pihak terkait buat memastikan kondisi jalan dalam keadaan baik dan aman untuk dilalui.” Usaha ini juga merupakan porsi dari komitmen PHRI untuk tetap menjaga kelancaran akses wisata, sehingga sektor pariwisata Pandeglang terus berkembang walau dihadapkan pada kendala alam seperti ini.
Dampak Positif dan Asa
Jalur alternatif yang ditawarkan turut mendatangkan efek positif bagi pengembangan daerah sekeliling. Dengan meningkatnya volume kendaraan dan kunjungan wisatawan yang melewati jalur-jalur ini, perekonomian lokal setempat mampu ikut menggeliat. Warung-warung mini, pedagang asongan, dan homestay yang berada di trayek alternatif mendapatkan exposure lebih, yang tentu akan berdampak positif pada peningkatan penghasilan masyarakat lokal.
Meski demikian, Widiasmanto berharap agar perbaikan di jalur primer segera selesai sehingga aksesibilitas bisa lebih optimal dan wisatawan memiliki lebih banyak pilihan jalur perjalanan. “Kami mendukung penuh usaha pemerintah dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas infrastruktur jalan. Hal ini penting agar wisatawan bisa kembali merasakan kenyamanan dan keamanan saat berkunjung ke Pandeglang,” ujarnya seraya menambahkan bahwa PHRI akan lanjut memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi terkini kepada para wisatawan.
Dengan adanya gangguan di jalur utama efek longsor ini, para wisatawan diharapkan mampu tetap menyusun rencana perjalanan mereka dengan baik, memperhitungkan waktu tempuh yang mungkin lebih panjang, serta selalu memperhatikan informasi terbaru mengenai kondisi jalan. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan komunitas pariwisata, diharapkan bisa mempercepat proses pemulihan dan memastikan Pandeglang masih menjadi tujuan wisata yang kondusif dan menyenangkan.



