SUKABANTEN.com – Skor Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) adalah ukuran penting yang mencerminkan kualitas demokrasi di sebuah wilayah. Sayangnya, Provinsi Banten menghadapi tantangan besar dalam aspek ini. Pada tahun 2024, IDI Banten cuma mencapai nomor 76,87. Ini adalah nomor paling rendah di antara semua provinsi yang ada di Nusa Jawa. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mencatatkan skor tertinggi dengan angka 89,25, diikuti oleh Provinsi Jawa Tengah yang juga mempunyai skor tinggi.
Demokrasi di Banten: Tantangan dan Peluang
Skor IDI yang rendah di Banten menunjukkan bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh pemerintah setempat. Masalah-masalah seperti partisipasi masyarakat dalam proses politik, kebebasan berekspresi, dan transparansi pemerintahan mungkin merupakan unsur penyebab lemahnya demokrasi di daerah ini. Dalam hal partisipasi, contoh, masih banyak masyarakat di provinsi ini yang merasa suaranya tak didengar dan tak eksis perubahan signifikan meskipun mereka telah berpartisipasi dalam pemilu.
Tetapi, rendahnya skor IDI juga bisa dilihat sebagai kesempatan buat pemugaran. Pemerintah Provinsi Banten dapat memanfaatkan data ini sebagai landasan buat mengidentifikasi zona yang memerlukan perhatian lebih dan menciptakan kebijakan yang lebih inklusif dan partisipatif. Partisipasi masyarakat yang lebih kuat dan keterlibatan aktif dari berbagai elemen masyarakat sipil dapat menjadi kunci untuk meningkatkan skor IDI di masa mendatang. Buat itu, pendidikan politik dan peningkatan pencerahan akan pentingnya hak-hak demokrasi dapat menjadi cara awal yang efektif.
Menyusul Yogyakarta dan Jawa Tengah: Pelajaran yang Mampu Dipetik
Provinsi Wilayah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah menjadi contoh sukses bagaimana upaya memperkuat demokrasi bisa membuahkan hasil. Dengan skor IDI masing-masing sebesar 89,25 dan angka yang juga tinggi buat Jawa Tengah, kedua provinsi ini menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat dan kebijakan terbuka dapat meningkatkan kualitas demokrasi secara signifikan. Yogyakarta dikenal dengan budayanya yang kaya akan toleransi dan keterbukaan dalam berdiskusi, termasuk dalam urusan politik. Sementara itu, Jawa Tengah memiliki infrastruktur politik yang lebih stabil dan pemerintahan yang nisbi transparan.
Belajar dari pengalaman kedua provinsi ini, Banten dapat memulai dengan memperbaiki sistem penyelenggaraan pemilihan umum agar lebih transparan dan adil. Penguatan lembaga-lembaga demokrasi seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta peran media massa dalam memberikan informasi yang rasional dan mendidik kepada masyarakat dapat membantu menciptakan iklim demokrasi yang lebih sehat.
Dengan mengadopsi praktik bagus dari provinsi-provinsi lain, diharapkan Banten dapat menaikkan skor IDI-nya. Ini bukan hanya untuk kebanggaan semata, namun yang lebih penting adalah kemajuan kehidupan demokrasi yang lebih baik dan kesejahteraan masyarakat yang merata. Masyarakat Banten layak mendapatkan kebijakan yang menghargai aspirasi mereka dan memberikan ruang yang cukup untuk berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi.



