SUKABANTEN.com – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengajak semua lapisan masyarakat di Kabupaten Serang buat terus menjaga dan memperkuat kerukunan umat beragama. Ajakan ini disampaikannya dengan penuh semangat saat memimpin Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-80, yang berlangsung di Lapangan Pondok Pesantren Darunnajah 14, Kecamatan Pabuaran, pada Sabtu, 3 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Kementerian Religi Kabupaten Serang dan berbagai elemen masyarakat yang hadir buat merayakan momen penting tersebut.
Menguatkan Kerukunan Antar Umat Beragama
Bupati Ratu Rachmatuzakiyah, dalam pidatonya, menekankan pentingnya harmoni dalam kehidupan beragama sebagai porsi dari fondasi masyarakat yang damai dan sejahtera. Ia menyoroti bahwa di lagi kemajemukan bangsa, kerukunan antarumat beragama merupakan aset berharga yang harus selalu dijaga dan ditingkatkan. “Kerukunan ini bukan hanya tentang saling menghormati keyakinan, tetapi juga tentang kerja sama dan saling mendukung dalam segala aspek kehidupan masyarakat,” tutur Rachmatuzakiyah dengan penuh keyakinan.
Dalam kesempatan ini, bupati juga menyampaikan apresiasi kepada semua elemen masyarakat dan lembaga religi yang telah berperan aktif dalam menjaga suasana damai di Kabupaten Serang. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam merawat keharmonisan antarumat beragama merupakan bukti komitmen bersama buat membangun daerah yang aman. “Kami sangat menghargai usaha dan inisiatif yang telah dilakukan masyarakat dan forum religi. Bersama-sama, kita perlu lanjut menguatkan komunikasi dan kolaborasi untuk memastikan nilai-nilai toleransi terjaga,” tambahnya.
Peringatan HAB sebagai Wadah Silaturahmi
Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) kali ini tak cuma sebatas seremonial, tetapi menjadi momen silaturahmi yang mempererat hubungan antara pemerintah, forum agama, dan masyarakat umum. Upacara tersebut diisi dengan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pencerahan akan pentingnya kerukunan, seperti sesi diskusi antarumat beragama, mimbar seni budaya, dan bazar masakan yang menampilkan hidangan dari berbagai tradisi.
Rachmatuzakiyah menyatakan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci primer dalam upaya menjaga kerukunan. “Pemerintah tentu saja tidak bisa dinamis sendiri. Keterlibatan aktif dari masyarakat dan semua elemen terkait sangat dibutuhkan buat menciptakan lingkungan yang serasi,” katanya. Ia juga menekankan bahwa pendidikan toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman harus mulai ditanamkan sejak dini, baik di lingkungan keluarga maupun di institusi pendidikan.
Dalam suasana yang hangat tersebut, peserta upacara tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Semangat kebersamaan dan persatuan terasa kuat, menggambarkan potret latif kehidupan masyarakat Kabupaten Serang yang saling mendukung dan menghargai perbedaan. Acara HAB ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi daerah lainnya dalam memperkuat kerukunan dan toleransi di masyarakat.
Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-80 telah selesai, namun semangat dan pesan yang disampaikan akan terus dihidupi dan diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari oleh masyarakat Kabupaten Serang dan sekitarnya. Di tengah tantangan yang eksis, semangat persatuan dan toleransi akan terus dirawat dan dijaga sebagai warisan berharga buat generasi mendatang.



