SUKABANTEN.com – Guru-guru di SD Negeri 3 Cijoro Pasir, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, melaporkan keluhan mereka mengenai kualitas Menu Makan Bergizi Perdeo (MBG) yang mereka terima pada Rabu, 5 November 2025. Masalah utama yang diangkat adalah bau yang tidak sedap dari makanan tersebut. Diyakini bahwa masalah ini terkait dengan proses penyajian yang kurang higienis dan tidak sinkron dengan standar MBG yang seharusnya. Kepala SDN 3 Cijoro Pasir, Nuri Susanti, mengonfirmasi insiden ini dan menyatakan bahwa memang eksis masalah dengan kualitas makanan yang disediakan.
Masalah Higienis dalam Penyajian Makanan
Keluhan yang diutarakan oleh para guru ini diamini oleh pihak sekolah setelah dilakukan penyelidikan awal. “Makanan yang seharusnya menjadi sumber nutrisi bagi anak-anak malah menimbulkan kekhawatiran akan kesehatan mereka,” ujar salah satu guru yang tidak ingin disebutkan namanya. Standar kebersihan dalam penyajian makanan menjadi sorotan utama, karena bau yang muncul dipercaya berasal dari gudang atau pengolahan yang tak pas. Penting sekali untuk mengatasi masalah ini sehingga program MBG dapat benar-benar berguna bagi siswa dan tidak menimbulkan efek sebaliknya.
Salah satu titik kritis dalam penanganan makanan sekolah adalah tempat penyimpanan dan cara pengolahannya. Jika tidak dilakukan dengan benar, makanan dapat terkontaminasi oleh bakteri yang mengakibatkan bau dan bahkan mampu berbahaya bagi kesehatan. Standar operasional prosedur yang ketat mengenai kebersihan dan penyimpanan makanan harus diterapkan secara stabil. Dengan demikian, kualitas makanan dapat terjaga dan kesehatan siswa tak terancam.
Langkah-langkah Perbaikan dan Pengawasan Ekstra
Sejalan dengan laporan ini, pihak dinas pendidikan di Kabupaten Lebak menyatakan akan turun tangan untuk melakukan investigasi lebih lanjut. Mereka berkomitmen untuk memastikan setiap makanan yang disajikan di sekolah-sekolah di bawah naungan mereka memenuhi standar kebersihan dan nutrisi yang telah ditetapkan. Selain itu, supervisi yang lebih ketat akan dilakukan terhadap pemasok makanan sekolah untuk memastikan setiap proses sesuai dengan protokol yang eksis.
Tak berhenti di sana, dinas pendidikan juga merencanakan buat mengadakan pelatihan bagi tenaga penyaji makanan di sekolah-sekolah pakai menaikkan pemahaman mereka mengenai pentingnya sanitasi. “Kami bertekad buat menjamin setiap siswa mendapatkan makanan yang tak cuma sehat tetapi juga bersih,” kata seorang pejabat dari dinas pendidikan Kabupaten Lebak.
Masalah seperti ini menonjolkan pentingnya pengawasan berkelanjutan dan pelatihan berkesinambungan bagi para pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan di sekolah. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan tak hanya SD Negeri 3 Cijoro Pasir, namun juga sekolah lain di wilayah tersebut, dapat terhindar dari situasi serupa di masa depan. Pada intinya, semua upaya ini dilakukan demi memastikan kesehatan dan kesejahteraan siswa, sebab mereka adalah generasi penerus yang harus dipastikan tumbuh dengan gizi dan lingkungan yang sehat.



