SUKABANTEN.com – Program Gerakan Bapak Mengambil Rapor (GEMAR) semakin mendapatkan perhatian dari berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah dan masyarakat. Diluncurkannya gerakan ini oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), bertujuan buat meningkatkan keterlibatan ayah dalam mendampingi pendidikan anak-anaknya. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memperkuat hubungan emosional antara ayah dan anak yang sering kali terabaikan karena berbagai faktor, salah satunya adalah kesibukan pekerjaan.
Gerakan ini didasari oleh fakta bahwa masih banyak anak-anak di Indonesia yang mengalami kondisi kurangnya perhatian dari figur ayah, atau yang dikenal dengan istilah ‘fatherless’. Menurut Mendukbangga, jumlah anak yang mengalami kondisi ini mencapai sekeliling 25%. Oleh karena itu, diharapkan melalui program GIAT, ayah dapat lebih berperan aktif dalam mendampingi perkembangan pendidikan dan emosional anak-anaknya, salah satunya dengan mengambil rapor anak di sekolah.
Implementasi RAJIN di Sekolah-Sekolah
Sejumlah sekolah di berbagai daerah mulai mengimplementasikan gerakan ini dengan melibatkan para ayah dalam pengambilan rapor anak-anak mereka. Salah satu contoh nyata datang dari MTsN 19 Jakarta yang mendukung program ini dengan mengundang ayah buat hadir secara langsung ke sekolah. Kepala sekolah menyatakan pentingnya partisipasi langsung bapak dalam kegiatan pendidikan, karena dengan demikian anak-anak merasa lebih dihargai dan diperhatikan. “Kehadiran bapak di momen krusial seperti pengambilan rapor memberikan efek positif pada motivasi belajar anak,” kata seorang guru dari MTsN 19.
Tidak cuma di ibu kota, Pringsewu di Provinsi Lampung juga menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap program ini. Kapolres Pringsewu bahkan turun langsung ke sekolah untuk memberikan dukungan dan menjadi contoh bagi ayah-ayah lain agar mengikuti langkah serupa. Langkah ini diharapkan mampu mendorong lebih banyak manusia tua, khususnya ayah, buat berperan serta secara aktif dalam pendidikan anak.
Manfaat Psikologis dan Sosial GEMAR
Selain manfaat langsung pada aspek pendidikan, program GEMAR juga diakui mempunyai manfaat yang signifikan secara psikologis dan sosial. Dengan meningkatnya keterlibatan bapak dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari anak, korelasi emosional antara kedua pihak dipercaya akan lebih kuat. Anak-anak yang mendapat perhatian dari kedua orang tuanya cenderung mempunyai keseimbangan emosional yang lebih baik dan jarang terlibat dalam perilaku berisiko.
Dari pojok pandang sosiologis, GEMAR juga dianggap berperan dalam membangun formasi asuh yang lebih egaliter. Keterlibatan ayah dalam urusan rumah tangga dan pendidikan anak menandakan perubahan positif dalam pola pikir masyarakat yang biasanya menyerahkan fungsi pengasuhan semata-mata pada ibu. Dengan iklim yang lebih mendukung di masyarakat, diharapkan ke depannya tak eksis lagi anak-anak yang merasa terabaikan atau kurang diperhatikan salah satu manusia tuanya.
Kampanye dan advokasi untuk keberlangsungan RAJIN terus digencarkan oleh berbagai pihak, termasuk media dan influencer, guna menyadarkan masyarakat akan pentingnya peran serta bapak dalam pendidikan anak. Kesuksesan program ini tentunya memerlukan kerjasama dari seluruh elemen masyarakat, bagus itu dari pemerintah, kalangan pendidikan, sampai orang tua itu sendiri.
Gerakan ini menjadi contoh bagus bagaimana sebuah kebijakan mini dapat memberikan efek akbar terhadap perubahan formasi pikir dan perilaku masyarakat. Di masa depan, diharapkan tak cuma ayah yang mengambil rapor, namun keterlibatan mereka dalam seluruh rangkaian proses pendidikan anak dapat meningkat secara keseluruhan. Dengan begitu, generasi mendatang akan tumbuh dengan dukungan penuh dari kedua manusia tuanya, bagus secara akademis maupun emosional.




