SUKABANTEN.com – Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Kementerian Pendidikan Lantai dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia yang terletak di Komplek Kemendikbud, Gedung E yang berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pada Selasa, 4 November 2025, pertemuan yang dipimpin oleh Dirjen Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menjadi ajang diskusi mendalam mengenai strategi serta sinergi program dalam usaha peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Pandeglang. Mulai dari peningkatan akses pendidikan bagi anak usia dini hingga ke jenjang yang lebih tinggi menjadi porsi inti pembahasan.
Pentingnya Sinergi dalam Menaikkan Mutu Pendidikan
Dalam usaha mewujudkan generasi cerdas, penting bagi setiap daerah buat menjalin kerja sama yang erat dengan pemerintah pusat. Bupati Raden Dewi Setiani mengungkapkan bahwa, “Sinergi dengan pihak pusat sangat krusial buat menyamakan visi serta strategi dalam memajukan internasional pendidikan di wilayah.” Hal ini tak tanggal dari tantangan yang dihadapi Pandeglang, termasuk keterbatasan akses menuju forum pendidikan berkualitas dan tenaga pengajar yang kompeten.
Kemendikdasmen, yang juga mengemban tugas meningkatkan pendidikan di seluruh Indonesia, memberikan dukungan yang positif terhadap inisiatif Kabupaten Pandeglang ini. Gogot Suharwoto menyatakan, “Kolaborasi antara daerah dan pusat adalah kunci primer dalam membangun sistem pendidikan yang merata dan berkualitas bagi setiap anak di Indonesia.” Pertemuan tersebut membahas langkah konkret, seperti pelatihan bagi para pendidik, penyediaan buku serta sumber belajar yang lebih mudah diakses oleh siswa.
Menyongsong Generasi Emas Melalui Pendidikan Berkualitas
Peningkatan mutu pendidikan tak cuma berhenti pada level kebijakan dan infrastruktur. Bupati Dewi Setiani juga menyoroti pentingnya menanamkan nilai watak dan keterampilan abad 21 pada generasi muda Pandeglang. “Kita harus mempersiapkan anak-anak kita dengan keterampilan yang dibutuhkan di masa depan, termasuk kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif,” ujarnya penuh semangat.
Di sisi lain, Kemendikdasmen menekankan perlunya inovasi dalam metode pengajaran yang lebih interaktif dan relevan dengan perkembangan era. “Pendidikan harus mampu mengadaptasi perubahan yang ada di internasional luar, sehingga anak-anak kita tak hanya pintar secara akademik tapi juga siap menghadapi tantangan global,” tambah Gogot Suharwoto. Buat itu, berbagai program digitalisasi pendidikan pun mulai dirancang dan akan diujicobakan di beberapa sekolah di Pandeglang sebagai pilot project.
Kemajuan dalam sektor pendidikan di Pandeglang ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain, terutama yang menghadapi tantangan serupa. Dengan semangat gotong royong dan sinergi, asa untuk membangun generasi emas yang cerdas dan berdaya saing tinggi di masa mendatang dapat terwujud.



