SUKABANTEN.com – Anggota Komisi X DPR RI, Prof. Furtasan Ali Yusuf, menegaskan pentingnya penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) aspiratif yang benar-benar utuh bagi para siswa penerima manfaat di Kota Serang. Pada peluang kunjungannya dalam rangka reses, Prof. Furtasan melakukan dialog dengan sejumlah kepala sekolah pada Rabu, 6 Agustus 2025. Dalam peluang ini, beliau menyoroti isu mengenai penyaluran biaya PIP, menekankan bahwa biaya ini tidak boleh mengalami potongan apapun. “Dana ini harus diterima secara penuh oleh siswa yang berhak menerimanya,” tegas beliau di hadapan para peserta kegiatan.
Pentingnya Transparansi dalam Penyaluran Dana PIP
Transparency in the distribution of funds has become a crucial point in various discussions surrounding the PIP. Prof. Furtasan memaparkan bahwa dalam penyaluran dana donasi, transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci agar tujuan program dapat tercapai dengan optimal. Dalam pertemuan tersebut, banyak kepala sekolah yang berkesempatan buat menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang teramati di lapangan terkait pelaksanaan program PIP ini.
Lebih lanjut, Prof. Furtasan menjelaskan pentingnya kerja sama semua pihak dalam memastikan anggaran pendidikan benar-benar sampai kepada yang berhak. “Kita seluruh berkewajiban mengawasi dan memastikan jalannya program ini agar pas pakai dan pas target,” ujarnya. Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan akses yang lebih merata buat seluruh lapisan masyarakat.
Peran serta Masyarakat dalam Supervisi Program PIP
Peran masyarakat karena itu menjadi tidak kalah krusial dalam mengawasi penyelenggaraan program ini. Prof. Furtasan mengajak peran aktif masyarakat, mulai dari manusia uzur murid hingga lembaga swadaya masyarakat, untuk bersama-sama memantau jalannya program PIP tersebut. Dengan pelibatan yang luas, diharapkan berbagai kendala yang mungkin dihadapi dapat diminimalisir dan solusi segera ditemukan.
Di akhir acara, diskusi tersebut menghasilkan beberapa butir rekomendasi yang akan disampaikan kepada pihak terkait. Prof. Furtasan berharap, dengan adanya dialog langsung dengan kepala sekolah, aspirasi yang muncul dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam pemugaran kebijakan di masa mendatang. Selain itu, asa akbar juga disematkan agar ekosistem pendidikan di Serang mampu menjadi contoh bagi wilayah lain dalam hal implementasi program bantuan pendidikan.
Melalui kegiatan reses ini, DPR RI, khususnya Komisi X, menunjukkan komitmennya dalam mendengar dan memperjuangkan aspirasi rakyat. Dengan aksi konkret di lapangan dan dialog langsung, diharapkan akan terwujud sinergi antar pemangku kepentingan dalam meningkatkan mutu pendidikan di semua Indonesia. Prof. Furtasan menegaskan bahwa pendidikan menjadi pilar krusial dalam pembangunan bangsa yang harus didukung oleh semua pihak secara berkelanjutan.



